Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2020

KISAH TRAGIS LARON DAN KISAH MEREKA MENDIRIKAN KERAJAAN BERSAMA PASANGANNYA

Siapa yang akhir-akhir ini di rumahnya banyak dikunjungi laron? Hewan yang sering bikin rumah berantakan ini ternyata memiliki kisah hidup tragis lhoo... 

Eeiitsss... Tapi Ini bukan dongeng ya, ini memang kisah nyata yang akan dialami oleh para laron. 

Laron atau anai-anai atau siraru adalah siklus hidup daripada rayap. Laron merupakan rayap yang sudah dewasa dan siap kawin.

Laron yang telah dewasa akan memiliki sayap dan siap terbang pada musim penghujan. Oleh sebab itu, laron dikenal sebagai pertanda musim penghujan akan segera tiba.

Pada saat menjelang malam pada awal musim penghujan, laron-laron akan keluar untuk mencari kehangatan. Biasanya laron-laron terbang mengerumuni lampu, karena disitulah sumber kehangatannya.

Pada saat itu pula, laron-laron akan mencari pasangannya untuk dikawin. Bagi laron yang tidak mendapatkan pasangan pada malam itu juga, mereka akan mati ketika fajar telah tiba.

Laron-laron yang telah mendapatkan pasangannya akan melepaskan sayap mereka dan mereka akan pergi bergandengan untuk mencari sarang baru. Kemudian pasangan tersebut akan menjadi raja dan ratu pada sarang baru mereka.

Sang ratu, kerjanya hanya bertelur sepanjang hidupnya. Dalam setiap kali beltelur, sang ratu dapat mengeluarkan kurang lebih 30 ribu telur.Telur-telur inilah yang nantinya akan menjadi rayap.

Rayap-rayap tersebut nantinya akan menjadi prajurit dan pekerja. Rayap yang memiliki kepala besar akan menjadi prajurit. Sedangkan rayap yang memiliki ukuran yang lebih kecil akan menjadi pekerja.

Rayap prajurit bertugas untuk menjaga ratu dan menjaga sarang dari gangguan luar.

Rayap pekerja akan bertugas mencari makanan, membangun istana, menyuapi ratu, membersihkan telur dan menjaga larva.

Waktu terus berputar sampai rayap-rayap itu menjadi laron dan menjalani hidupnya seperti yang dialami induknya.

Nah... itulah kisah perjalanan laron semasa hidupnya, bagi yang rumahnya merasa terganggu dengan kunjungan laron, kamu bisa mematikan lampu dan menyimpan wadah berisi air di tengah rumah.

Sumber: Tribunlampung

Senin, 30 September 2019

BERSYUKUR DAN SABAR

Allahumma bariklana fimma rozaktana waqina adza bannarr..

"Pak.! Awak'e dewe mung maem lawuh sambel."

"Ya disyukuri mbokne, arep piye ta kepiye. Awak'e dewe karo Gusti wes diparingi nikmat sehat kang larang regane."

"Tapi kok mung sambel."

"Kan isih isa ngrasakne mangan, jajal pikiren kang lagi kena musibah. Ana kang lara, malah nganti tekaning pati."

"Nak ndi kui pak.?"

"Looooo.
Kang kena banjir, kena longsor, wes pokok'e sak iki agi akeh musibah mbokne. Pada sedih mikir keluarga, ya nak isih, nak ilang."

"La ilange.?"

"Kenter banyu, utawa kurugan lemah."

"Mesakne ya pak."

"Loh la iya. Awak'e dewe ki isih penak, sih sehat, sih aman. Mula wajibe ya disyukuri. Awak'e dewe karo keluarga kang kena musibah, sak bisa-bisa ya kudu mbantu."

"Alaaah pak pak.! Seng arep nggo mbantu apa..
Bondo wae ora nduwe."

"Looo mbokne.! Kang diarani mbantu kui ora mung rupa bondo. Awak'e dewe ngaturne penjaluk ngersane Gusti kui ya mbantu. Ya muga-muga keluwarga kang kena musibah pada diparingi sabar."

"Amiinn.."

"Kerana kabeh kui wes tinullis ana ing pastine Gusti zat kang Maha Suci."

"Ya pak..! Maleh enak maemku."

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)