Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Tampilkan postingan dengan label Kepramukaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepramukaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2020

Persyaratan Tenaga Pendidik dalam Pendidikan Kepramukaan

Tenaga  pendidik  dalam  pendidikan  kepramukaan  disebut  sebagai anggota dewasa (UUGP  Pasal 14). Berdasarkan SK Kwarnas Nomor 047 Tahun 2018 tentang  Pedoman Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka, Anggota Dewasa adalah anggota Gerakan Pramuka yang berusia diatas  25 tahun .

Tenaga pendidik harus memenuhi persyaratan standar tenaga pendidik dalam Gerakan Pramuka (AD Gerakan Pramuka, Pasal 18, ayat (2). Persyaratan umum dan khusus tenaga pendidik dalam pendidikan kepramukaan diatur dalam SK Kwarnas Nomor 047/2018 sebagai berikut.

Syarat Umum (Syarat Anggota Dewasa)
a.  Sehat jasmani dan rohani.
b.  Memiliki kepedulian terhadap masa depan kaum muda.
c.  Memiliki  kemampuan,  keterampilan  dan  pengalaman  yang dibutuhkan Gerakan Pramuka.
d.  Menyetujui dan memahami Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010  tentang  Gerakan  Pramuka,  Anggaran  Dasar,  Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan Gerakan Pramuka.
e.  Memiliki  keteladanan,  kepemimpinan,  ketokohan  dan kepeloporan.
f.  Mengikuti Kursus Orientasi Kepramukaan

Syarat Khusus
a.  Pembina Pramuka (bertugas  membina  peserta  didik  di Gugusdepan).
(1)  Memiliki Ijasah Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar. 
(2)  Membina satuan pramuka 
(3)  Memiliki Surat Hak Bina Dasar (SHB-D) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

b.  Pembina Gugusdepan (bertugas mengelola Gugusdepan)
(1)  Memiliki Ijasah Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan. 
(2)  Membina satuan pramuka dan memimpin Gugusdepan. 
(3)  Memiliki  Surat  Hak  Bina  Lanjutan  (SHB-L)  yang  masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

c. Pelatih Pembina Pramuka (bertugas melatih Pembina Pramuka)
(1)  Memiliki Ijazah Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). 
(2)  Menjadi pelatih dan fasilitator pendidikan dan pelatihan kepramukaan 
(3)  Memiliki Surat Hak Latih Dasar (SHL-D) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

d. Pemimpin Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan (bertugas memimpin Pusdiklat)
(1)  Memiliki  Ijazah  Kursus  Pelatih  Pembina  Pramuka  Tingkat Lanjutan (KPL). 
(2)  Menjadi pelatih, fasilitator, dan pemimpin pendidikan dan pelatihan kepramukaan. 
(3)  Memiliki  Surat  Hak  Latih  Lanjut  (SHL-L)  yang  masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

e. Pamong Satuan Karya Pramuka (bertugas mendidik peserta didik di Satuan Karya Pramuka)
(1)  Memiliki  Ijazah  Kursus  Pembina  Pramuka  Mahir  Tingkat Dasar (KMD). 
(2)  Memiliki ijazah Kursus Pamong Saka. 
(3)  Diangkat  dengan  Surat  Keputusan  Kwartir  Cabang berdasarkan usul Satuan Karya Pramuka.

f. Instruktur Satuan Karya Pramuka (orang  dewasa  yang  memiliki keahlian dan keterampilan khusus kesakaan yang bertugas membantu Pamong Saka di Satuan Karya Pramuka)
(1)  Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keahlian khusus sesuai krida Saka. 
(2)  Memiliki Sertifikat Kursus Instruktur Saka. 
(3)  Diangkat  dengan  Surat  Keputusan  Kwartir  Cabang berdasarkan usul Satuan Karya Pramuka.

Kegiatan  pendidikan  kepramukaan  dimaksudkan untuk  meningkatkan  kemampuan spiritual  dan intelektual,  keterampilan,  dan  ketahanan  diri  yang dilaksanakan  melalui  metode  belajar  interaktif  dan progresif (UUGP Pasal 7 ayat (2). Pelaksanaan metode belajar interaktif dan progresif mengharuskan kehadiran  orang  dewasa  yang  memberikan dorongan dan dukungan sehingga kegiatan berlangsung dengan aman, nyaman, dan terarah sesuai prinsip dasar kepramukaan.

Sumber : Akun FB Kak Ichsan Kdr

Sabtu, 15 Februari 2020

SARANA PENGEMBANGAN DIRI ITU BERNAMA PRAMUKA


Pramuka dapat apa???? Capek doang kan.....!!!! Udah begitu jatah mandi dan tidurpun pasti berkurang banyak. Lagipula ikut pramuka hanya menambah warna hitam aja pada kulit. Eitttss, jangan salah paham dulu dong. Kegiatan positif dengan seragam cokelat muda dan cokelat tua yang bernama pramuka itu ternyata sarana pengembangan diri yang baik lho. Berikut ini manfaat pramuka yang berkaitan dengan pengembangan diri:

- MELATIH KERJASAMA YANG BAIK SESAMA ANGGOTA TIM

Kalau siaga ada satuan terkecil yang disebut Barung. Satuan terkecil kelompok Penggalang disebut Regu. Sedangkan, satuan terkecil kelompok Penegak adalah Sangga. Satuan terkecil tersebut memiliki anggota membentuk satu kesatuan tim. Tugas dari kakak Pembina tentunya akan terselesaikan dengan baik apabila ada kerjasama tim yang bagus. Misalnya memecahkan teka-teki sandi kotak dua. Anggota yang satu mencari kuncinya. Sedangkan anggota yang lain menyelesaikan soal yang ada di hadapannya. Tentunya, lebih mudah dalam melaksanakan tugas dari kakak Pembina. Waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Dengan begitu kerjasama antar anggota terlatih dengan sendirinya.

- MENAMBAH KETANGGUHAN

Kegiatan pramuka tak lepas dengan kegiatan yang bernama gladi tangguh. Gladi tangguh tak asing didengar oleh kelompok penegak. Kegiatan gladi tangguh menguras tenaga juga otak. Tenaga banyak terkuras tatkala rintangan ternyata sangat jauh yang ditempuh dengan jalan kaki. Strategipun harus dilancarkan agar sangganya menang. Pemikiran strategi membutuhkan otak yang bekerja maksimal. Alhasil gladi tangguh membentuk karakter tangguh bagi tiap peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

- MENGASAH LOGIKA

Memecahkan teka-teka pertanyaan berupa sandi memang membutuhkan logika yang bekerja dengan baik. Seringnya, pertanyaan berupa sandi membuat penasaran sang anggota pramuka. Tak hayal seluruh kemampuan dikerahkan untuk memecahkan teka-teki tersebut. Sampai momen ahaa menemukan kunci sandi ditemukan. Rasa percaya diri dan bangga merasuki tubuh sang penemu. Akhirnya, logika terasah dengan baik.

- MEMILIKI PUBLIC SPEAKING YANG BAIK

Berbicara di depan umum (public speaking) merupakan keterampilan yang tidak bisa didapatkan secara instan. Kabar baiknya, dalam pramuka kita bisa belajar public speaking. Latihan-latihan dalam pramuka biasanya memerlukan kemampuan public speaking seperti memimpin apel, menjadi ketua saat rapat anggota berlangsung, dan masih banyak lainnya. Tentunya, dengan mengasah kemampuan public speaking di pramuka dapat menaikkan keterampilan berbicara di depan umum baik di pramuka maupun di luar pramuka. Wah keren ya.

- PRIBADI YANG LEBIH BERANI

Kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat berbagai kelompok umur. Ada Pembina yang lebih tua dari kita, ada kawan maupun rekan yang umurnya sebaya, dan ada adik tingkat yang umurnya lebih muda dari kita. Keberanian-keberanian akan muncul saat kegiatan pramuka memaksa kita untuk berinteraksi dengan mereka. Keberanian untuk berbicara, berinteraksi, keberanian untuk menjelaskan materi yang belum jelas, bahkan saat koordinasi dengan kawannya.

- MEMILIKI KAWAN DAN JARINGAN YANG LUAS

Dengan mengikuti pramuka tentunya kita akan memiliki teman yang banyak dan jaringanpun semakin luas. Saat mengikuti saka contohnya. Kita tidak hanya memiliki teman yang jangkauannya satu ambalan saja. Kita bisa memiliki teman dari ambalan lain bahkan luar kota. Apalagi saat mengikuti Raimuna Nasional. Banyak teman yang berasal dari berbagai daerah mengikuti kegiatan tersebut. Memiliki kawan yang banyak dan berasal dari daerah yang berbeda tentunya akibat dari aktif mengikuti kegiatan pramuka bukan? Ternyata, manfaat ikut kegiatan pramuka banyak ya. Masih enggan gabung pramuka?????

Sumber : FB Muhammad Addly Mero

Rabu, 05 Februari 2020

Proses Masuk Kuliah IPB melalui Jalur Prestasi Pramuka


Seleksi mahasiswa IPB jalur prestasi kepramukaan terus menjadi perhatian penggiat pramuka. Kwarda Jawa Barat bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka jalur seleksi masuk kuliah di kampus pertanian itu dengan jalur prestasi kepramukaan.

Banyaknya peminat di kalangan penegak membuat Kwarda Jawa Barat dan IPB harus lebih cermat dengan proses seleksi.

Prestasi kepramukaan menjadi lebih bergengsi dengan adanya kesepakatan Pramuka Jabar dan IBP ini. Terdengar tanpa tes, namun terbatasnya kuota membuat jalur prestasi kepramukaan ini menjadi rebutan.

Calon mahasiswa yang hendak masuk kuliah ke IPB dengan prestasi kepramukaan perlu membaca persyaratan pendaftaran penerimaan jalur prestasi pramuka.

Kualifikasi calon mahasiswa

Calon mahasiswa adalah lulusan SMA/MA pada peminatan MIPA dan SMK pertanian/kehutanan yang aktif sebagai anggota gerakan pramuka setidaknya dewan ambalan seperti ketua dewan ambalan atau pradana, sekretaris ambalan (kerani), hartaka atau juru uang (bendahara), atau sebagai pemangku/juru adat.

Sumber : https://www.scout.id/begini-proses-masuk-kuliah-ipb-melalui-jalur-prestasi-pramuka-8807.html

Selasa, 04 Februari 2020

Selamat Jalan Gus Sholah, Kyai yang juga Pandu


Masyarakat umumnya mengenal sosok KH. Shalahudin Wahid sebagai seorang Kyai, insinyur, tokoh NU,  aktivis Hak Asasi Manusia,  Tokoh ICMI, mantan cawapres tahun 2004, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng,  Rektor Universitas Hasyim Asyari Jombang,  serta sederet jabatan yang pernah melekat dengan beliau lainnya dan memang dikenal luas oleh masyarakat. Namun,  ada yang jarang diketahui bahwa beliau, KH. Shalahudin Wahid atau kita biasa menyebutnya Gus Sholah adalah seorang Pandu. Beliau aktif dan berkegiatan dalam Pandu Ansor. Pandu Ansor merupakan salah satu perangkat organisasi dari Ansor Nahdlatul Ulama (ANO). Ansor Nahdlatul Ulama sekarang menjadi Gerakan Pemuda Ansor. 

Pada tahun 1950-an hingga 1960-an, wadah kegiatan seperti “Pandu Ansor” bersama “Drum Band Pemuda Ansor” dan Banser, menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU. Pada perkembangannya, seiring dengan terjadinya dinamika pada gerakan pandu di Indonesia, pada tahun 1961 seluruh organisasi kepanduan di Indonesia, termasuk Pandu Ansor, melebur menjadi satu dalam wadah “Gerakan Pramuka”.

Keaktifan Gus Sholah dalam Pandu Ansor sangat luar biasa. Bahkan beliau pernah mewakili Indonesia dan tergabung dalam kontingen Indonesia untuk mengikuti Jambore Pandu Dunia ke-X di Makiling,  Los Banos (Laguna) Filipina,  17-26 Juli 1959. Bersama anggota Pandu lainnya beliau berangkat menuju Filipina. Kala itu Kontingen Indonesia terdiri dari sembilan orang Gugus Pimpinan dengan Dr Soedarsono sebagai Kepala Misi, 42 orang Pandu Gugus Perintis, 20 orang anggota Gugus Training Centre (Departemen Agama). Rombongan berangkat menggunakan kapal DKN 502 milik Kepolisian dengan awak 20 orang. Dalam perjalanan 11 hari dari Jakarta ke Manila sempat hilang (lepas kontak) selama beberapa hari saat menempuh badai selepas Selat Sulawesi. 

“Saya, Rozy Munir, dan beberapa kawan mewakili Kepanduan Ansor,” tutur Gus Sholah kepada NU Online ketika menceritakan kisahnya sebagai seorang Pandu. 

Dari beberapa sumber lain disebutkan bahwa Husni Minwary Ketua Pandu Ansor Jawa Barat ikut melatih kontingen dari Indonesia berjumlah 100 orang yang dipusatkan di Jakarta. Yang tercatat sebagai senior Pandu Ansor yang ikut berangkat ke Jambore Dunia di kala itu adalah Mc Husni Minwary Wk (Bawean), Danial Tanjung, Idham Chalid, M Anshary Sjams, Fathurazi (Jakarta) dan Najid Muchtar (Jakarta). Sedangkan anggota Pandu Ansor yunior diantaranya adalah Rozy Munir (Mojokerto) dan Sholahudin Wahid (Jombang). 

Kini Gus Sholah telah Kembali. Kembali kepada Rabb yang maha menciptakan. Kitapun kehilangan sosok Kyai yang juga seorang Pandu sejati. 

Selamat Jalan Kyai..  
Selamat Jalan Pandu Ibu Pertiwi..
___

Sumber : Akun FB Kak Mahsun Ismail
Disalin dari postingan Kak Kyai Zamzami Sabiq Hamid

Selasa, 28 Januari 2020

Hemat, Cermat, dan Bersahaja dalam Bicara


Hemat, cermat, dan bersahaja  merupakan sikap perilaku mulia pramuka sebagaimana butir ke-7 Dasadarma Pramuka. Sikap ini merupakan pedoman kehidupan pramuka di mana pun berada dalam segala aspek, termasuk sikap berbicara.

Hemat dalam berbicara itu dapat dipahami sebagai sikap “tidak banyak bicara” tapi juga bukan pelit bicara. Hemat berbicara itu bernilai lebih baik diam daripada berbicara merugikan orang lain karena ucapan yang menyakitkan, menghina, merendahkan. Hemat berbicara adalah tidak obral bicara tapi berbicara seperlunya.

Orang yang hemat  berbicara itu tahu kapan perlu berbicara dan kapan harus diam, diam untuk berpikir sehingga ketika perlu berbicara, apa yang disampaikan bermakna (cermat). 

Sikap berbicara seperlunya (hemat) dan ketika berbicara-ucapannya bermakna (cermat) maka akan membentuk sikap bersahaja oleh karena perilaku yang wajar yakni menghargai, menghormati, dan tidak sombong. Bersahaja itu sikap bijak yang harus dibina dalam setiap perilaku. 

Sikap bijak itu seperti sifat padi dan air. Padi,  makin berisi makin merunduk, orang bijak karena berilmu maka bersikap merendah (bukan rendah diri). Juga, sebagaimana sifat air, yang selalu mencari tempat lebih rendah tapi bermakna maka sikap bijak adalah selalu berusaha  rendah hati, tidak sombong, menghargai dan menghormati, dan keberadaannya memberi manfaat orang di lingkungannya. 

Hemat, cermat, dan bersahaja dalam bicara itu mengamalkan pesan moral:
Maju tanpa menyingkirkan, naik tinggi tanpa menjatuhkan, menjadi baik tanpa menjelekkan, menjadi benar tanpa menyalahkan, dan menjadi hebat tanpa merendahkan orang lain.

Semoga bermanfaat!

Jumat, 17 Januari 2020

International Sharjah Scout Gathering : Pramuka Indonesia Terpilih Mewakili Asia-Pasifik


Seorang anggota Gerakan Pramuka terpilih menjadi satu dari 23 anggota kepanduan di Asia-Pasifik yang akan mengikuti Pertemuan Internasional Kepanduan Sharjah di Uni Emirat Arab (UEA), pada awal Februari 2020.
Informasi yang diperoleh dari Kantor Pendukung Kepanduan Regional Arab yang berkedudukan di Kairo, Mesir, terdapat 23 anggota kepanduan di Asia-Pasifik yang terpilih untuk mengikuti jambore internasional di UEA tersebut dengan dibiayai tiket penerbangan dan visa untuk masuk ke negara UEA. Mereka akan dibiayai oleh tuan rumah, organisasi nasional kepanduan UEA.
Ke-23 anggota kepanduan Asia-Pasifik yang terpilih berasal dari Kamboja, Myanmar, Fiji, India, Sri Lanka, Bhutan, Bangladesh, Papua New Guinea, Thailand, Nepal, Singapura, Maladewa, Indonesia, Pakistan (2 orang), Taiwan (2 orang), Korea, Hong Kong, Malaysia, Brunei Darussalam, Mongolia, dan Vietnam.
Dari Indonesia yang terpilih adalah Prakoso Putra Permono, Pramuka Pandega yang pada upacara Hari Pramuka ke-58 di Cibubur tahun lalu (2019) memperoleh penghargaan Lencana Teladan yang disematkan langsung oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo, selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. Pras, panggilan akrabnya, berasal dari Kwartir Cabang Jakarta Selatan, Kwartir Daerah DKI Jakarta.
Pras juga tercatat satu dari sedikit peserta didik Gerakan Pramuka yang menjadi anggota Asia-Pacific Scout Foundation atau Yayasan Kepanduan Asia-Pasifik. Di samping aktivitas hariannya sebagai mahasiswa S-2 di Universitas Indonesia.
Walaupun kegiatan ini bernama Gathering yang terbuka bagi para peserta dari UEA dan negara-negara Arab di sekitarnya, tampaknya juga terbuka bagi undangan terpilih yang terdiri dari para pandu usia golongan Penegak dan Pandega yang berasal dari seluruh dunia.
Nantinya para peserta undangan terpilih itu diharapkan akan menampilkan presentasi dalam bentuk poster atau lainnya tentang tema “toleransi” di negara masing-masing. UEA memang sedang giat-giatnya mengembangkan semangat toleransi antarumat beragama dan antarbangsa di negaranya.
Peserta juga diharapkan membawa contoh makanan dan cenderamata khas negara masing-masing. Para peserta diharapkan telah tiba di UEA pada 10 Februari 2020 dan akan berada di sana sampai acara selesai pada 19 Februari 2020. (BHS)
 
Foto: Rizky #ISJ1062, Siswanto (Humas Kwarnas)

Jumat, 10 Januari 2020

CARA MENAKSIR TINGGI DAN LEBAR (Bag. 1)

Menaksir adalah memperkirakan (mengira-ngira) tinggi suatu pohon, lebar sebuah sungai, arus sungai, jarak perjalanan, keadaan cuaca dan mengukur berat suatu benda.
Sekarang, yang kita bahas adalah tata cara menaksir tinggi dan lebar.

1. MENAKSIR TINGGI


A. PENGERTIAN
Menaksir  tinggi,  pohon    adalah salah   satu  kegiatan  dalam pramuka dimana seorang  peserta  didik  dituntut  untuk bisa  menaksir ketinggian sebuah pohon  dengan menggunakan media dan alat yang sederhana.

Adapun ketentuan Tehnik Menaksir tinggi Pohon adalah :
1. Dilakukan oleh dua atau tiga orang.
2. Menggunakan alat bantu meteran/ langkah dan tongkat 2 meter.
3. Perlengkapan alat tulis.

B. PELAKSANAAN
1. Salah  seorang  berdiri  di  bawah  pohon,  kemudian  melangkah ke depan sepanjang misalnya 8 meter.
2. Tepat  dilangkah  ke  8  meter  salah  seorang  tiarap  dan  membidik ujung pohon.
3. Seorang lagi memegang tongkat 2 meter melangkah secara  perlahan ke arah pohon atas perintah komando yang membidik.
4. Kalau  sudah  lurus  bidikan  antara  ujung  tongkat  dan  ujung  pohon maka pembidik teriak stop.
5. Setelah  itu  diukur  jarak  tongkat  berdiri  dengan  kedudukan  si pembidik (apabila di ketemukan panjang 3 meter)

Selanjutnya di ketemukan kesimpulan sebagai berikut :
1.  Jarak pohon dengan pembidik  : 8 meter.
2.  Panjang tongkat                      : 2 Meter.
3.  Jarak tongkat dengan pembidik : 3 Meter.
Dengan demikian hasilnya adalah : 2 X 8 : 3 = 5 1/3.
Jadi tinggi pohon diperkirakan/ ditaksir +  : 5 1/3 meter
Dengan RUMUS :  AB : AD = BC : DE

Keterangan :
AB : Jarak penaksir dengan tongkat
BD : Jarak tongkat dengan pohon
AD : AB + BD
BC : Panjang tongkat
DE : Tinggi Pohon


2. MENAKSIR LEBAR


Cara- cara menaksir lebar ( dengan ilmu ukur segitiga siku-siku) adalah sebagai berikut :
a. Tetapkan checkpoint A diseberang sungai
b. Jadikan tempat kita berdiri sebagai titik B
c. Buat sudut 90 derajat dan bergerak ke C sebanyak  x langkah ( x adalah jumlah langkah)
d. Lanjutkan melangkah ke D dengan 1/2 x langkah (1/2 x langkah adalah jumlah langkah)
e. Dari titik D buat sudut 90 derajat dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A ke C
f. Tempat berdiri, berada di satu garis lurus
g. Berhenti setelah A, C, dan E berada di satu garis lurus
h. Dengan Demikian Lebar Sungai : AB = 2 DE

Sabtu, 21 Desember 2019

Manfaat Pramuka bagi Generasi Muda

Pramuka memiliki peranan penting dalam membangun karakter generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu, di beberapa sekolah pramuka ini menjadi ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti seluruh siswa. Bukan tanpa alasan kegiatan ini wajib diikuti oleh semua siswa, hal ini diwajibkan karena manfaat pramuka sangat terlihat dalam sikap siswa, terutama kepemimpinan dan kemandirian.
Setiap generasi muda harus memiliki pribadi luhur yang kuat, mandiri, cerdas, serta terampil untuk menyongsong pembangunan bangsa. Hal itu bisa didapatkan dalam berbagai kegiatan yang diselengggarakan dalam kepramukaan. Tak hanya sekadar kegiatan yang bersifat formal, dalam pramuka juga banyak kegiatan mengasyikkan untuk menyegarkan otak.
Pramuka sebagai Pemersatu Bangsa
Pramuka merupakan pendidikan nonformal yang melaksanakan pendidikan kepanduan, di Indonesia. Dalam pramuka terdapat kegiatan yang turut membentuk karakter individu dan kepribadian seseorang menjadi lebih tangguh. Kegiatan pramuka pun bisa dikatakan sebagai wadah pemersatu bangsa dalam meningkatkan rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan pramuka pada umumnya dilakukan secarabersama-sama, hal ini diwujudkan dalam pembuntuka regu atau kelompok dalam pramuka. Dalam satu regu dituntut untuk menghadapi setiap rintangan dan memecahkan sebuah permasalahan secara bersama-sama.
Kondisi kebersamaan ini akan membuat setiap anggotanya semakin dekat dan mengenali sesama. Selain itu, dalam pramuka juga dituntut untuk bisa meningkatkan kreativitas melalui berbagai perlombaan yang diadakan. Setiap kelompok dituntut untuk menampilkan sesuatu yang kreatif. Semua hal positif ini tentunya bisa dijadikan alat sebagai pemersatu bangsa.
Manfaat penting Pramuka
Seringkali beberapa murid enggan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di sekolah. Mereka beranggapan, dalam pramuka terlalu kaku, senioritas, dan menakutkan. Namun hal itu tentu saja akan terbantahkan ketika kamu sudah terjun langsung dan merasakan berbagai manfaat positif yang diperoleh ketika bergabung dengan pramuka.
Dalam pramuka, kegiatan panas-panasan di tengah lapangan menjadi sesuatu yang lumrah, hal inilah yang tak disukai bagi sebagian besar siswa. Namun setelah kamu mengetahui banyak manfaat positif dari pramuka pasti kamu akan senang dengan kegiatan pramuka ini, manfaat penting pramuka antara lain:
  1. Mampu melatih kedisiplinan
Pelajaran dasar yang pertama kali didapatkan dalam pramuka adalah pembentukan karakter dengan terbiasa disiplin. Semua hal dalam pramuka akan diatur sesuai dengan jadwal dan diberlakukan tata tertib yang ketat, bagi siapa saja yang melanggarnya maka akan dijatuhi hukuman. Hal inilah yang akan meningkatkan kedisiplinan seseorang.
  1. Menjadikan pribadi lebih mandiri
Kegiatan berkemah dalam pramuka sangat mendorong sifat kemandirian dari anggotanya. Kemah yang diselenggarakan beberapa hari dan lokasinya jauh dari rumah membuat setiap anggotanya harus mandiri dan melakukan kegiatan tanpa bantuan orang tua. Kemandirian yang tumbuh dari kegiatan kemah ini akan membuat diri menjadi lebih baik.
  1. Mampu meningkatkan kepedulian
Dalam Dasa Dharma Pramuka, mengajarkan setiap anggotanya untuk menyayangi sesama, rela menolong, serta selalu bersahaja. Melalui kegiatan pramuka biasanya terdapat kegiatan bakti sosial untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama manusia.
  1. Menumbuhkan sikap gotong-royong dan kebersamaan
Dalam kegiatan berkemah, setiap anggota dituntut untuk melaksanakan kegiatan bersama-sama serta saling bahu membahu, dari sini akan menumbuhkan gotong royong dan kebersamaan.
  1. Meningkatkan rasa bekerjasama dan berorganisasi
Dalam kegiatan pramuka, kamu akan bertemu orang-orang baru yang akan membuat kamu dituntut untuk melakukan kerjasama. Kemampuan berorganisasi pun akan meningkat melalui pramuka.
  1. Belajar mencintai alam
Kegiatan pramuka memang identik menyatu dengan alam, hal ini bertujuan agar anggotanya semakin cinta dan tak merusak alam yang ditempatinya.
  1. Dapat melatih kepemimpinan dan kreativitas
Dalam pramuka, siapapun memiliki kesempatan unuk menjadi pemimpin regu, dari sini akan mengasah kemampuan kepemimpinan serta memunculkan kreativitas baru.
Begitu banyak sekali manfaat yang bisa kamu peroleh dalam kegiatan pramuka, tak heran jika banyak sosok yang menemukan kesuksesan melalui pramuka. Kegiatan dalam pramuka pun menjadi bekal pentng untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Peralatan Berkemah yang Wajib di Bawa Saat Berkemah

Camping atau berkemah merupakan suatu kegiatan yang paling ditunggu- tunggu oleh peserta didik di semua tingkatan sekolah. Meskipun kada peserta didik malas berlatih, namun ketika akan diadakan kegiatan berkemah menjadi semangat untuk mengikuti latihan. Sebelum melakukan perkemahan ada materi Pramuka – peralatan berkemah yang harus dipersiapkan oleh peserta didik.
Baik itu Persami, Perjusami atau perkemahan yang lainnya, memang sudah sewajarnya karena kegiatan yang satu ini sangat menyenangkan. Selain melatih kemandirian juga dapat mempererat hubungan persaudaraan sesame anggota Pramuka. Berbagai alat- alat harus dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga ketika Anda tiba di bumi perkemahan segala sesuatunya sudah tersedia.
Materi Berkemah – Peralatan Kemah yang  Wajib di bawa
Sebelum berangkat berkemah, Anda harus memiliki prinsip, mengetahui tujuan berkemah, kebutuhan yang diperlukan  serta dapat memahami situasi dan kondisi. Anda juga harus mengetahui, dimana tempat diadakan kegiatan perkemahan dan dalam waktu berapa lama. Karena hal itu akan menentukan barang apa saja yang harus Anda bawa.
Jadi Anda harus menyesuaikan, untuk acara kegiatan perkemahan sebaiknya membawa barang seperlunya saja. Jangan semua barang dibawa seperti orang pindahan rumah. Berikut ini beberapa peralatan perkemahan yang wajib Anda bawa, baik untuk tingkatan SD, SMP, SMA/SMK (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega).
  1. Tas Ransel
Tas ransel bermanfaat untuk menyimpan pakaian dan perlengkapan yang lainnya. Sebaiknya memilih tas ransel yang ringan, awet dan anti air. Karena bisa saja pada saat kegiatan kemah tiba- tiba hujan lebat dan mengakibatkan tenda kemah mengalami kebocoran.
  1. Seragam dan pakaian
Ketika berkemah lebih dari satu hari, maka persiapan pakaian juga harus disesuaikan. Gunakan pakaian dengan bahan yang kuat, utamakan yang memiliki banyak kantong. Karena hal itu sangat berguna pada saat Anda melakukan hiking/ penjelajahan pasti banyak peralatan yang harus dibawa.
  1. Jaket
Pada saaat melakukan kegiatan kemah, jaket tebal menjadi kebutuhan wajib untuk menghindari rasa di pada malam hari jika berkemah di daerah pegunungan. Jaket yang disarankan yaitu jaket dengan bahan nilon yang berlapis kain dan berponco.
  1. Alat Sholat dan Pakaian Beribadah
Dalam kegiatan Pramuka selalu menekankan nilai spiritual dalam sebuah pendidikan, dalam berkemahpun juga demikian. Alat sholat dan pakaian beribadah pun harus di bawa, seperti sajadah dan mukena untuk anggota putri. Sedangkan sarung, peci dan sajadah untuk anggota pria. Untuk yang non muslim, maka sesuaikan dengan kebutuhan.
  1. Sleeping Bag/ Kantung Tidur
Manfaat sleeping bag yaitu untuk menjaga kualitas tidur dan memberikan kehangatan tubuh. Apalagi jika Anda berkemah didaerah pegunungan, maka sleeping bag ini menjadi barang wajib yang harus dibawa.
  1. Peralatan Mandi
Peralatan mandi yang wajib dibawa yaitu, sabun mandi, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, handuk dan gayung jika perlu.
  1. Sepatu, Kaos Kaki dan Topi
Saat berkemah sebaiknya menggunakan sepat mid cut dan high cut yaitu sejenis sepatu yang menutupi bagian mata kaki. Anda juga wajib mengenakan kaos kaki, untuk melindungi kulit dari gesekan sepatu.
Biasanya lebih dari sepasang, karena biasanya kaos kaki cepat berkeringat atau rusak. Anda juga wajib mengenakan topi, untuk melindungi kepala dari panas atau gangguan yang lainnya
Selain materi berkemah- peralatan kemah yang telah disebutkan di atas, maka Anda juga perlu membawa alat alat lain seperti peluit, senter, korek api, alat masak, peraltan makan, obat- obatan pribadi, P3K, ponco dan peralatan kemah berkelompok. Dengan peralatan yang lengkap, maka kegiatan perkemahan dapat berjalan lancar.

Minggu, 15 Desember 2019

LATGAB DAN DIANPINRU PENGGALANG

SMIWA Online - Ahad, 15 Desember 2019 Dewan Penggalang SMP Islam Watulimo menggelar Latihan Gabungan dan Gladian Pemimpin Regu (Latgab Dianpinru) Pramuka Penggalang tingkat MI dan SMP SAKOMA Koortan Watulimo.

Latihan Gabungan tersebut diikuti sebanyak 189 Pramuka Penggalang yang tersebar dari berbagai Pangkalan Madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Watulimo. 

Diantara Madrasah-madrasah yang ikut tergabung pada Latihan Gabungan tersebut antara lain :
  1. MI Karanggandu
  2. MI Tasikmadu
  3. MI Prigi 2
  4. MI Gemaharjo 1
  5. MI Gemaharjo 3
  6. MI Dukuh
  7. MI Plus Watulimo
  8. MI Sawahan 1, dan 
  9. SMP Islam Watulimo.

Sebelumnya pada Hari Ahad, 1 Desmber 2019 juga gelar Latgab Dianpinru yang diikuti oleh MI-MI tersebut diatas ditambah Pangkalan sekolah lain, meliputi : MI Watuagung, MI Pakel dan MI Margomulyo.

Dalam Latgab Dianpinru tersebut dilatihkan bersama Materi TEKPRAM diantaranya; PBB Tongkat, Pionering (Tali-temali), Sandi, Morse, Semaphore, KIM dan berbagai macam Yel-yel, lagu serta Permainan.

Peserta Latgab nampak antusias dalam mengikuti setiap materi yang di sampaikan oleh Para Pembina. Para Pembina Latgab Dianpinru yang tergabung di Kegiatan tersebut antara lain : Kak Myanto dari SMP Islam Watulimo, Kak Adika dari MI Prigi 2, Kak Aghisna dari MI Gemaharjo 1, Kak Amrul dari MI Karanggandu, Kak Gufron - Kak Teguh dari MI Tasikmadu, Kak Ngabdani dari MI Sawahan 1, Kak Desika Susanti dari MI Dukuh, Kak Wiwik dari MI Gemaharjo 3 dan dibantu oleh Kakak-kakak Dewan Penggalang SMP Islam Watulimo dengan Pasukannya yang diberi nama "CAKRA BASKARA Scout".


Setelah Latgab ini dilaksanakan, harapan kami semoga menambah Pengetahuan dan Pengalaman Para Peserta Didik (Pramuka Penggalang) didalam meningkatkan Kompetensi dan Skill-nya di bidang Kepramukaan dan bisa berkarya ditengah-tengah persaingan Era Milenial dan Globalisasi ini. (MY)

Dokumentasi Kegiatan dapat diunduh / dilihat : DISINI ...!

Sabtu, 14 Desember 2019

Kursus Pramuka Tingkat Dasar

Istilah KMD, KML, KPD, KPL sudah tidak asing dalam Gerakan Pramuka. KMD dan KML adalah kursus bagi pembina pramuka sedangkan KPD dan KPL adalah kursus untuk pelatih pembina pramuka.

Lalu, apa itu “Kursus Pramuka Tingkat Dasar?” Apakah jenis kursus baru?  Ini adalah nama lain dari KPD yang terjadi akibat keliru dalam penulisan pada banner atau kaos kegiatan KPD, seperti contoh gambar kaos pada postingan ini.
Ternyata, dalam praktik pelaksanaan kursus, tidak sedikit kita jumpai penulisan nama kursus yang keliru pada banner atau pun pada kaos kegiatan. Padahal,  nama kegiatan kursus ada peraturannya.
Sesuia SK Kwarnas Nomor 048/2018 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan:
KMD = Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar
KML = Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan
KPD = Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar
KPL = Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan

Dalam penulisan  banner atau kaos, setidaknya dua hal yang perlu kita perhatikan yakni nama kursus dan pemenggalan kalimat. Meskipun nama kegiatan benar tapi kalau pemenggalan kalimatnya keliru akibatnya bisa salah fatal karena menimbulkan tafsir baru. .

Secara sederhana dapat kita pahami bahwa ada KURSUS PEMBINA PRAMUKA dan KURSUS PELATIH PEMBINA PRAMUKA yang masing-masing itu ada dua tingkat yaitu TINGKAT DASAR dan TINGKAT LANJUTAN.

Kekeliruan adalah hal wajar yang bisa terjadi bagi siapa saja. Yang terpenting, sadar akan adanya kekurangan itu kemudian menjadikan semangat untuk belajar sepanjang hayat.

Salam semangat bakti. Salam Pramuka!

Sumber : FB Kak Ichsan Kdr

Kamis, 12 Desember 2019

Pokok-pokok Penjelasan dan Penjabaran Dasa Darma


    1Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
    2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
    3Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.



    Penjelasan masing-masing Darma
    1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
    Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:
    Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,
    Atau dengan kaata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan.


    Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag Mahaesa, yaitu:
    a. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
    b. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
    c. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu,

    Pelaksanaan

    Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.
    Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.
    Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
    Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
    Sebagai Contoh.
    Sikap cinta dan kasih saying, etia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.


    Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.
    Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.
    Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.
    Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
    3. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
    4. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
    5. Menghormati orang beragama lain.
    6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
    7. Menghormati orang tua.



    2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
    Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.
    Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
    Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.
    Wajar dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.
    Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.
    Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.
    Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.
    Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.
    Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila


    Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
    1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.
    2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.
    1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.
    2.Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.



    3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
    1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.
    2. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.
    3. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.
    4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.
    5. Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    1. Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:
    1. menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
    2. mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah tamah, religious, dan lain-lain.
    3. Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
    4. Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
    2. Mengenal adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
    3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.
    4. Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.
    5. Menghormati orng tua, guru dan pemimpin.



    4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.
    Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.
    Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi.
    Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.
    Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.
    Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
    Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak
    Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.



    5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
    Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah seta tantangan yang dihadapi.


    Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
    1. Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
    2. Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
    3. Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
    4. Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat.



    6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
    1. Rajin
    Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
    Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.
    2. Terampil
    Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.
    3. Gembira
    Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.
    Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
    Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.
    Sikap ppositip, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian. Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
    1) Rajin
    1.Biasakan membaca buku yang baik.
    2.Biasakan untuk membuaat karya tulis.
    3.Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
    4.Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.
    Belajar selama dua jam sehari adalah layak.
    5.Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.
    6.Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
    2) Bekerja
    1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal yang baik dan berguna.
    2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
    3. Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.
    4. Hargai dan atonjolkan suatu prestasi kerja.
    5. Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.
    6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
    7. Bergembiralah dalam tiap usaha.
    8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.
    3) Terampil
    1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
    2. Latih terus-menerus.
    3. Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
    4. Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
    5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
    Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.



    7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
    1) Hemat
    Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.
    2. Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri).
    Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.
    3. Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.
    2) Cermat
    Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada.
    Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.
    Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.
    3) Bersahaja
    Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.
    b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    .
    8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
    a. Pengertian
    1. Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan.
    2. Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.
    3. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan.
    4. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
    5. Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
    b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haaaari
    1. Berusaha untuk mengendalikan dan mengaaaatur diri (self disiplin).
    2. Mentaati peraaturan.
    3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,
    4. Belajaaar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
    5. Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.



    9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
    a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.
    1.Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:
    Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :
    1. Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
    2. Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
    3. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,
    4. Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari,
    Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
    2. Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.
    Misalnya:
    1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
    2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.
    3. Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
    4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
    5. Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,
    Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.



    10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan
    1. Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
    2. Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.
    3. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.
    4. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.
    5. Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”
    b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    1. Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
    2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
    3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
    4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
    5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)