Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2020

Deklarasi Hubungan Pancasila dan Islam


Deklarasi Hubungan Pancasila dan Islam, sebagai hasil keputusan Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama tahun 1983 di Situbondo, sebagai berikut:

1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Republik Indonesia adalah prinsip fundamental namun bukan agama, tidak dapat menggantikan agama, dan tidak dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.

2. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara menurut pasal 29 ayat (1) UUD 1945 yang menjiwai sila-sila yang lain mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.

3. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah aqidah dan syari’ah meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia.

4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dan upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan kewajiban agamanya.

5. Sebagai konsekuensi dari sikap tersebut di atas, Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak.

Merujuk pernyataan KH. Achmad Siddiq, Peletak Dasar  Khitthah NU: “Nahdlatul Ulama menerima Pancasila menurut bunyi dan makna yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 (bil lafdhi wal ma’nal murad), dengan rasa tanggung jawab dan tawakkal kepada Allah.”

Minggu, 02 Februari 2020

RUMAH SAKIT KILAT

Minggu 02 February 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Besok pagi, tanggal 3 Februari, rumah sakit yang baru mulai dibangun seminggu lalu itu sudah bisa dioperasikan. Luasnya 2,5 hektar. Berkapasitas 1.300 tempat tidur.

Satunya lagi, 25 km dari yang pertama, juga mulai bisa dipakai lusa. Kapasitasnya 1.000 tempat tidur.

Inilah rumah sakit besar yang dibangun hanya dalam tujuh hari. Lokasinya di pinggiran kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Wuhan adalah juga ”ibu kota” wabah virus Corona. Yang dimulai akhir Desember 2019. Yang sampai kemarin sudah membunuh 259 orang. 

Berita baiknya: jumlah yang sembuh juga kian banyak. Sudah dua hari terakhir ini pertambahan yang sembuh lebih banyak dari pertambahan yang mati.

Sebelum itu yang mati selalu lebih banyak. Tapi tanggal 30 Januari lalu pertambahan yang meninggal 43 orang. Sedang yang sembuh 47 orang.

Sehari kemudian jumlah yang meninggal bertambah 46 orang. Sedang yang sembuh bertambah 72 orang.

Coba kita lihat hari ini: apakah tren positif seperti itu terus terjadi. Atau justru berbalik lagi.

Yang jelas, jumlah yang terjangkit bertambah luar biasa. Sudah melebihi 11.000 orang. Sudah jauh lebih besar dari yang terkena virus SARS 18 tahun lalu.

Memang ada yang mengkritik pembangunan rumah sakit darurat itu telat sekali. Tapi ada juga yang memuji: mana ada yang bisa membangun rumah sakit besar hanya dalam tujuh hari.

Semula banyak yang pesimistis rumah sakit itu bisa jadi tepat waktu. Ada juga yang mengatakan itu hanya omong besar.

Maka untuk memberikan optimisme, proses pembangunan rumah sakit ini disiarkan secara langsung. Yang bisa diikuti perkembangannya lewat live streaming. Dari atas lokasi. Menggunakan drone.

Nama rumah sakit itu pun dibuat ”serem”. Yang satu diberi nama huoshenshan (Gunung Tuhan Api). Satunya lagi diberi nama Leishenshan (Gunung Tuhan Petir).

Nama-nama itu dianggap nama yang sakti untuk melawan virus Wuhan. Si Corona akan dilawan dengan Tuhannya gunung api dan Tuhannya gunung petir.

Lewat live streaming itulah seminggu lalu orang melihat lokasi tersebut masih berupa tanah kosong. Keesokan harinya lebih 100 belalai alat berat seperti menari di atasnya. Seperti penari balet kolosal yang meratakan tanah itu.

Keesoknya lagi berdatanganlah kotak-kotak seperti kontainer 40 feet. Dijejer-jejer. Lalu ditumpuk. Menjadi bangunan dua lantai.

Tentu jangan diharap bangunan ini seperti rumah sakit permanen. Ini adalah rumah sakit darurat. 

Sebuah rumah sakit permanen dirancang bisa berumur 75 tahun. Rumah sakit jenis ini akan ditinggalkan begitu saja setelah wabah berakhir.

Pembangunan itu bisa begitu cepat karena tidak perlu ada pekerjaan desain. Gambarnya ikut sepenuhnya Rumah Sakit Xiaotangshan. Yakni rumah sakit darurat 1.000 kamar di luar kota Beijing. Yang dibangun tahun 2003 --ketika terjadi wabah virus SARS.

Pun kelengkapan peralatan dan materialnya sangat mendukung kecepatan itu.

Kecepatan membangun seperti itu tidak baru sama sekali.

Di Provinsi Hunan itu pula pernah terjadi: membangun gedung pencakar langit hanya dalam 19 hari. Padahal gedung itu tingginya 57 tingkat.

Di Provinsi Fujian juga pernah dibangun satu stasiun kereta cepat hanya dalam waktu 9 jam. Dimulai pukul 18.30, selesai pukul 03.00.

Jumlah yang bekerja 1.500 orang. Terbagi dalam 7 unit kerja, yang sistemnya seperti ban berjalan.

Elon Musk, boss Tesla, juga geleng kepala. Giga pabrik milik Tesla di Shanghai dibangun hanya 12 bulan. Padahal pabrik mobil listrik itu luasnya 86 hektar. Januari dibangun, Desember selesai. Januari berikutnya (2020) sudah memproduksi Tesla baru.

Di Indonesia, rekor yang membanggakan pernah terjadi saat membangun Hotel Mulia, Senayan. Saya juga terkagum saat itu. Tapi saya harus membuka catatan lama untuk menyebutkan rekor-rekor capaian proyek Hotel Mulia.

Dan catatan saya itu hilang.

Demikian juga jalan tol di atas laut di Bali: dibangun dalam 13 bulan oleh kontraktor Indonesia sendiri.

Tapi kecepatan menyembuhkan orang sakit tidak bisa dihitung secara teknik seperti membangun fisik.

Setidaknya kian banyaknya yang sembuh sedikit memberikan harapan. Apalagi kian banyak juga rumor yang terbantahkan.

Sepanjang hari kemarin beredar luas video meluasnya wabah Corona di Singapura. Sampai mal besar di sana ditutup.

Saya bergegas menghubungi Robert Lai di Singapura. Untuk memastikan apakah video viral seperti itu benar adanya. 

Robert pun menghubungi manajemen mal itu. Sang manajemen heran atas video vital itu. Kenyataannya mal yang dimaksud berjalan normal.

Wabah virus Corona ini memang menakutkan. Lebih-lebih kalau berita yang beredar dipercaya begitu saja. (dahlan iskan) 


Selasa, 21 Januari 2020

10 Tanda Kiamat Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari (Bagian 1)

Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari tanda-tanda dekatnya hari kiamat banyak sekali. Berikut adalah ulasannya:

1. Tidak adanya orang yang membantu dan menolong (urusan) agama. Hal itu merupakan (makna) sabda Nabi Muhammad SAW:

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu masa di mana orang yang sabar di antara mereka terhadap agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik ra).

2. Ada banyak ahli ibadah yang bodoh dan ahli baca Al Quran yang fasik
Tanda tersebut terdapat dalam hadis:

يَكُوْنُ فِيْ آخِرِ الزَّمَانِ عِبَادٌ جُهَّالٌ وَقُرَّاءٌ فسقة

“Pada akhir zaman kelak akan ada banyak ahli ibadah yang bodoh dan ahli qiroat (pembaca Al-Qur’an) yang fasik. (diriwayatkan dari Anas ra oleh Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliyaa dan juga Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)

3. Saling Berbangga dalam urusan masjid
Tanda lainnya ialah:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِى الْمَسَاجِدِ

“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai manusia saling berbangga dalam urusan masjid.” (diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya dan Abu Daud dalam Sunan-nya dari Anas ra)

4. Terputusnya silaturahmi
Tanda berikutnya adalah terputusnya tali persaudaraan, orang yang amanah dianggap khianat dan orang yang khianat dianggap amanah. Ini diriwayatkan oleh ath Thabrani dari Anas bin Malik ra juga.[1]

5. Bertambah besarnya hilal
Tanda lainnya, bertambah besarnya hilal  dan bisa dilihat sejak awal, yakni pada saat kemunculannya, sehingga dikatakan bahwa hilal itu untuk malam kedua. Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra.

6. Wafatnya para orang salih satu-persatu
Tanda lainnya adalah orang-orang yang salih pergi (wafat) satu demi satu dan tinggallah orang-orang jelata laksana ampas gandum atau kurma. Ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Bukhari.

7. Tidak adanya orang yang zuhud dan wirai.
Kabar Gembira, Pahala bagi Para Pecinta Nabi Muhammad SAW
Seperti dalam hadis

لا تقوم الساعة حتى يكون الزهد رواية والورع تصنعا

 “Hari kiamat tidak akan terjadi sampai zuhud menjadi cerita dan wira’i menjadi sesuatu yang dibuat-buat”. (diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa)

8. Anak menjadi pemicu kemarahan
Tanda selanjutnya adalah anak menjadi pemicu kemarahan, hujan terasa panas, dan hari berlimpah ruah. Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra.

9. Pemimpin yang munafik dan fasik
Tanda berikutnya adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai tiap-tiap kabilah dipimpin oleh orang-orang munafiknya, orang yang paling rendah menjadi pemimpin kaum, dan kabilah dipimpin oleh orang-orang fasiknya. Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.

10. Penuh perhiasan tapi hati kosong
Tanda berikutnya yaitu mihrab-mihrab dihiasi dengan ornamen-ornamen yang indah dan hati dibiarkan kosong. Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra.

[1] Dalam kitab al-Mustadrak ala as-Sahihain karya Muhammad bin Abdullah Abu Abdillah al-Hakim an-Naisaburi terdapat teks hadis lengkapnya:

 و الذي نفس محمد بيده لا تقوم الساعة حتى يظهر الفحش و التفحش و قطيعة الرحم و سوء المجاورة و يخون الأمين و يؤتمن الخائن و مثل المؤمن كمثل النحلة أكلت طيبا و وضعت طيبا و وقعت طيبا فلم تفسد و لم تكسر و مثل العبد المؤمن مثل القطعة الجيدة من الذهب نفخ عليها فخرجت طيبة و وزنت فلم تنقص….

*Disarikan dari Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

BATAS AURAT PEREMPUAN (Bag. 1)

Dewasa ini semakin banyak orang menyebut kata aurat. Tetapi apakah maknanya?

Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah, peluang, kekurangan, atau bagian tubuh yang tidak pantas diperlihatkan, sesuatu yang tercela atau memalukan untuk  dilihat orang lain, sesuatu yang tabu. Dalam al-Qur’an kata aurat disebut sebanyak empat kali, dua kali dalam bentuk tunggal, singular (mufrad) dan dua kali dalam bentuk jamak, plural (jam’). Bentuk single disebut dalam surat al-Ahzâb [33]: 13) :

وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا ۚ وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا

“Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu”. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)". Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari”.
Sedangkan bentuk plural disebut dalam surat al-Nûr [24]: 31 dan 58. 

أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ

“.......atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita” (Q.S. al-Nur, [24]:31).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu”. (Q.S. al-Nur, [24]:58)

Kata aurat dalam surat al-Ahzâb [33]: 13. diartikan oleh mayoritas ulama tafsir sebagai celah (peluang), yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain (musuh) mengambil kesempatan untuk menyerang. Sedangkan aurat dalam surat al-Nûr [24]: 31 dan 58, diartikan sebagai bagian tubuh yang tak pantas diperlihatkan, atau secara social dianggap buruk manakala ditampakkan di depan publik. 

Bersambung 
21.01.2020
HM
Ket. Foto muslimah Iran

Sumber : KH. Husein Muhammad

Rabu, 15 Januari 2020

Kata Motivasi Belajar untuk Pelajar dan Mahasiswa


1. “Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga” – Nabi Muhammad shallallaahu 'alayhi wa sallam

2. “Jika anda mendidik seorang pria, maka seorang pria akan terdidik. Tapi jika anda mendidik seorang wanita, sebuah generasi akan terdidik” – Brigham Young

3. “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya” – Mahatma Gandhi

4. “Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” – Malcolm X

5. “Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi pemuda” -Henry Ford

6. “Berikan seorang pria semangkuk nasi dan Anda akan memberinya makanan untuk sehari. Ajarkan seorang pria memelihara padi dan Anda akan memberinya makanan seumur hidup” – Confusius

7. “Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran” – W.B. Yeats

8. “Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan tubuh, akal terus bertumbuh selama kita hidup” – Martimer Adler

9. “Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat yang sama” – Nora Roberts

10. “Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus” – Arthur Wellesley

11. “Belajar layaknya mendayung ke hulu; Jika tidak maju, maka akan terhanyut ke bawah” – NN

12. “Pengetahuan yang benar tidak diukur dari seberapa banyak Anda menghafal dan seberapa banyak yang mampu Anda jelaskan, melainkan, pengetahuan yang benar adalah ekspresi kesalehan (melindungi diri dari apa yang Allah larang dan bertindak atas apa yang Allah amanatkan) – diriwayatkan oleh Abu Na’im

13. “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia” – Nelson Mandela

14. “Pendidikan setingkat dengan olahraga dimana memungkinkan setiap orang untuk bersaing” – Joyce Meyer

15. “Pembelajaran tidak didapat dengan kebetulan. Ia harus dicari dengan semangat dan disimak dengan tekun” – Abigail Adams

16. “Berpikir adalah kegiatan tersulit yang pernah ada. Oleh karena itu hanya sedikit yang melakukannya” – Henry Ford

17. “Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh.” – Albert Einstein

18. “Belajar memang bukan satu-satunya tujuan hidup kita. Tetapi kalau itu saja kita tidak sanggup atasi, lantas apa yang akan kita capai” – Shim Shangmin

19. “Sekolah maupun kuliah tidak mengajarkan apa yang harus kita pikirkan dalam hidup ini. Mereka mengajarkan kita cara berpikir logis, analitis dan praktis.” – Azis White

20. “Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan” – Mario Teguh

21. “Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, tapi hal yang lebih penting adalah untuk mengambil pelajaran dari kegagalan” – Bill Gates

22. “Jangan pernah berhenti untuk terus belajar, karena dari belajar kamu tidak pernah kehabisan akal.” – AnakUnsri.com

23. ”Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas” – Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu

24. ”If you want to get laid, go to college. If you want an education, go to the library” – Frank Zappa

25. ”Ilmu itu di dapat dari lidah yg gemar bertanya dan akal yg suka berpikir”. – Abdullah bin Abbas

26. ”Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence.” – Robert Frost

27. ”Education: the path from cocky ignorance to miserable uncertainty.” – Mark Twain

28. S.T.U.D.Y = Singing, Tweeting, Unlimited Texting, Dreaming, Yawning!

29. Seseorang dengan wawasan yang cukup untuk mengakui kekurangannya berada paling dekat dengan kesempurnaan

30. Pengetahuan ditingkatkan dengan belajar; kepercayaan dengan perdebatan; keahlian dengan latihan & cinta dengan kasih sayang.

Sumber : Page FB Pembimbing Skripsi

Senin, 13 Januari 2020

SEJARAH ISTIGHOSAH

Sejarah Istighosah Kitab karya Mbah Yai Romly Tamim yang cukup monumental dan banyak diamalkan oleh masyarakat, khususnya warga Nahdyilin adalah Istighosah. 

Nama lengkap Istighosah karya beliau ialah " al-Istighosah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah. . . Selain sebagai pengasuh PP Darul Ulum, Mbah yai Romly tamim juga sebagai Mursyid Thariqah Qadariyah wa Naqsyabandiyah yang suka dan istiqomah wiridan (awrad dan dzikir). Jika murid thoriqoh beliau sudah memiliki wiridan dan dzkir wajib yang harus dibaca, namun tidak untuk santri yang belum dan baiat thariqah. Mereka belum mempunyai bacaan khusus yang dibaca setiap hari. Berangkat dari pemikiran itulan beliau kemudian menyusun wirid Istighosah untuk santri-santrinya. . 

Dalam proses penyususan Istighosah, beliau melalukan riyadlah puasa mutih selama 3 tahun. Dalam masa-masa riyadhah itulah beliau mendapatkan isyarah-isyarah wirid dari Rasulullah, awliya, dan guru-guru beliau, baik beliau terima dalam keadaan sadar (terjaga) maupun dalam bentuk mimpi. Urutan wirid dalam Istighosah itu belaiu susun sesuai dengan urutan beliau menerima isyarah-isyarah tersebut. . . Seperti contoh bacaan Istighfar yang ada diurutan pertama, beliau peroleh dari isyarah dan ijasah Rasulullah. Ada juga wirid ke 9 "Ya Hayyu ya Qoyyumu bi Rahmatika Astaghits" beliau terima dari hasil mimpi bertemu dengan sunan ampel. Demikian juga wirid istighosah yang lain, beliau terima dari isyarah-isyarah yang beliau dapatkan. . . 

Selesai susunan Istighosah beliau susun, beliau tunjukan dahulu kepada hadratus syekh KH Hasyim Asy'ary. Kemudian KH Hasyim Asy'ary menitipkan wirid "ya Allah ya Qodim" dan disuruh diletakan setelah bacaan shalawat pertama dalam istghosah. Setelah direstui KH Hasyim Asy'ary. Wirid istighosah itu diberikan kepada santri-santri untuk diamalkan. 

Saat ini Istighosah sudah menjadi amalan dzkir santri Darul Ulum yang rutin dibaca selesai jamaah subuh dan ketika memohon pertolongan dan petunjuk dar Allah SWT. 

Sumber: buku "Sejarah dan Keutamaan Istighosah" penulis Drs. KH Ishomuddin Ma'shum Inframe: santri alfurqon dzikir Istighosah dan tahlil dimakam mbah Yai Irsyad Pajaran.

Minggu, 12 Januari 2020

Shalawat Badar Bangkitkan Semangat Melawan PKI

Keterangan foto: prasasti sholawat badar di depan makam KH. Ali Manshur

Shalawat Badar berisi pujian-pujian kepada Rasulullah Saw. dan Ahli Badar (para sahabat yang mati syahid dalam perang Badar). Berbentuk syair, dan dinyanyikan dengan lagu khas. Shalawat ini digubah oleh Kiai Ali Manshur, salah seorang cucu dari KH. Muhammad Shiddiq Jember, pada tahun 1960. Kiai Ali Manshur saat itu menjabat kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi, sekaligus menjadi ketua PCNU di tempat yang sama. Proses terciptanya shalawat ini penuh dengan misteri dan teka-teki.

KH. Ali Manshur Siddiq terinspirasi dari sebuah kitab yang berjudul Mandzumah Ahl al-Badar al-Musamma Jaliyyat al-Kadar fi Fadhail Ahl al-Badar karya al-Imam as-Sayyid Ja’far al-Barzanji. Dan sebelum menulis syair shalawat Badar Kiai Ali bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih bersorban hijau.

Pada suatu malam, Kiai Ali tidak bisa tidur. Hatinya merasa gelisah karena memikirkan situasi politik yang semakin tidak menguntungkan NU. Orang-orang PKI semakin leluasa mendominasi kekuasaan dan berani membunuh kiai-kiai di pedesaan. Karena memang kiailah pesaing utama PKI di tempat itu.

Sambil terus merenung, Kiai Ali terus memainkan penanya di atas kertas, menulis syair-syair dalam Bahasa Arab. Dia memang dikenal mahir membuat syair sejak masih belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri. Kegelisahaan Kiai Ali berbaur dengan rasa heran, karena malam sebelumnya dia bermimpi didatangi para habib berjubah putih-hijau. Semakin mengherankan lagi, karena pada saat yang sama istrinya mimpi bertemu Rasulullah SAW.

Keesokan harinya mimpi itu ditanyakan pada Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi. Habib Hadi menjawab, “Ya Akhiy, itu Ahli Badar!”. Kedua mimpi aneh dan terjadi secara bersamaan itulah yang mendorong dirinya menulis syair, yang kemudian dikenal dengan Shalawat Badar.

Keheranan muncul lagi karena keesokan harinya banyak tetangga yang datang ke rumahnya sambil membawa beras, daging dan lain sebagainya, layaknya akan mendatangi orang yang akan punya hajat mantu. Mereka bercerita, bahwa pada pagi-pagi buta pintu rumah mereka didatangi orang berjubah putih yang memberitahukan di rumah Kiai Ali Manshur akan ada kegiatan besar. Mereka diminta membantu. Maka mereka pun membantu sesuai dengan kemampuannya.

“Siapa orang yang berjubah putih itu?” pertanyaan itu terus mengiang dalam benak Kiai Ali tanpa jawab. Namun malam itu banyak orang bekerja di dapur untuk menyambut kedatangan tamu, yang mereka sendiri tidak tahu siapa, dari mana dan untuk apa.

Pagi-pagi sekali menjelang matahari terbit, serombongan habaib berjubah putih-hijau dipimpin Habib Ali bin Abdurrrahman al-Habysi dari Kwitang, Jakarta, datang ke rumah Kiai Ali Manshur. “Alhamdulillah…” ucap Kiai Ali ketika melihat rombongan yang datang adalah para habib yang sangat dihormati keluarganya.

Setelah berbincang basa-basi sebagai pengantar, membahas perkembangan PKI dan kondisi politik nasional yang semakin tidak menguntungkan, Habib Ali menanyakan topik lain yang tidak diduga Kiai Ali, “Ya Akhiy, mana syair yang Ente buat kemarin? Tolong Ente bacakan dan lagukan di hadapan kami-kami ini!”

Tentu saja Kiai Ali terkejut, sebab Habib Ali tahu apa yang dikerjakannya semalam. Namun ia memaklumi, mungkin itulah karomah yang diberikan Allah kepadanya. Sebab dalam dunia kewalian, pemandangan seperti itu bukanlah perkara yang aneh dan perlu dicurigai.

Segera saja Kiai Ali mengambil kertas yang berisi shalawat Badar hasil gubahannya semalam, lalu melagukannya di hadapan mereka. Kiai Ali juga memiliki suara yang bagus. Di tengah alunan suara shalawat Badar itu para habib mendengarkannya dengan khusyuk. Tak lama kemudian mereka meneteskan air mata karena haru.

Di dalam kunjungan tersebut tercatat dalam buku kecilnya Kiai Ali, kejadian tersebut pada hari Rabu pagi tanggal 26 September tahun 1962 jam 8 pagi. Pada kesempatan itu dibacakan Maulid al-‘Azab dan ceramah agama. Diantara yang memberikan ceramahnya adalah Habib Ali al-Habsyi Kwitang, Habib Muhammad bin Ali al-Habsyi Kwitang dan Habib Salim Bin Jindan.

Di dalam rombongon tersebut ikut diantaranya Habib Ali bin Husein Alattas Bungur, Habib Ahmad bin Ghalib al-Hamid Surabaya, Habib Umar Assegaf Semarang dan banyak lagi yang lainnya para pembesar ulama pada waktu itu.

Selesai mendengarkan shalawat Badar yang dikumandangkan Kiai Ali Manshur, Habib Ali segera bangkit. “Ya Akhi! Mari kita perangi genjer-genjer PKI itu dengan shalawat Badar!” serunya bernada mantap. Setelah Habib Ali memimpin doa, lalu rombongan itu memohon diri. Sejak saat itu terkenallah shalawat Badar sebagai bacaan warga NU untuk membangkitkan semangat melawan orang-orang PKI.

Untuk lebih mempopulerkannya, Habib Ali mengundang para habib dan ulama termasuk Kiai Ali Manshur dan KH. Ahmad Qusyairi, paman Kiai Ali Manshur, ke Jl. Kwitang, Jakarta. Di waktu itu pula Habib Ali meminta Kiai Ali untuk kembali membacakan sholawat Badar di hadapan jama'ah yang hadir. Sehingga membuat shalawat Badar menjadi masyhur tersebar luas di mana-mana, apalagi shalawat tersebut setelahnya selalu dibaca di awal majelisnya Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Setelah itu Habib Ali al-Habsyi meminta kepada para muridnya untuk mencetak teks shalawat tersebut dan dibagi-bagikan kepada para jama'ahnya. Dicetak pertama kali di Percetakan Alaydrus Jakarta. Dan hingga saat ini sholawat Badar berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat Jakarta, Jawa, dan seluruh Nusantara bahkan penjuru dunia.

[Disadur dari Blog Pustaka Muhibbin]

BEDA-KAH "SAYYID & HABIB" ?!


Keturunan Rasulullah dari Sayyidina Husein disebut sayyid, dan dari Sayyidina Hasan disebut assyarif. 

Hasan & Husein merupakan putra Sayyida Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, di Indonesia para keturunan Rasullullah umumnya banyak yg berasal dari Husein. 
Maka disebut sayyid.

Sementara keturunan² Hasan kebanyakan menjadi raja atau pemimpin seperti di kawasan Timur Tengah dan Sebagian Afrika utara. 

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم 

Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yg besar kepada mereka. 
Beliau berulang² berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka.

"Gelar Habib, tidak bisa disematkan kepada setiap Sayyid". 

"Setiap habib harus sayyid, tetapi sayyid belum tentu habib". 

Seorang sayyid, tidak bisa mengatakan bahwa dirinya sendiri adalah habib. 
Pengakuan habib harus melalui persyaratan yg sudah disepakati (Rhabittah Awaliyah). 

Di antaranya cukup matang dalam hal umur, memiliki ilmu yg luas, mengamalkan ilmu yg dimiliki, ikhlas terhadap apapun, wara, zuhud berhati-hati serta bertakwa kepada Allah.
Dan yg paling penting, adalah akhlak yg baik. 

Sebab, bagaimanapun keteladanan akan dilihat orang lain. 
Seseorang akan menjadi habib atau dicintai orang kalau mempunyai keteladanan yg baik dalam tingkah lakunya.

Dari proses waktu ke waktu orang akhirnya menamakan semua keturunan Husein رضي الله عنه "sayyid" menjadi habib. 

“Padahal seharusnya tidak,” untuk membedakan bahwa habib adalah ulama.

Rabithah Alawiyah (sebuah lembaga yg mencatat silsilah keturunan sayyid di indonesia), menanggapi terkait penyebutan istilah habib yg dinilai salah kaprah.

"Makna kata habib adalah seseorang yg dicintai dalam masyarakat. 
Ciri memiliki adab dan sopan santun, serta memiliki dasar keilmuan, serta selalu mengajak ke kebaikan di setiap tempat di mana beliau berada. 
Karena itu tidak semua yg memiliki ketersambungan silsilah yg dimaksud bisa diberikan sematan habib. 

"قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى".
(الشورى، ٢٣) 

"Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” 
(Qs as Syura 23). 

Dari kutipan di atas dapat ditegaskan bahwa kaum Muslimin memang harus menghormati dan mencintai Ahlul Bait bukan saja karena kekerabatan mereka dengan Rasulullah ﷺ, tetapi juga karena Allah telah memerintahkan kepada beliau untuk berseru kepada umatnya agar mencintai kerabat beliau. 

Dengan kata lain perintah untuk mencintai Ahlul Bait merupakan perintah dari Allah. 
Rasulullah sebagai pemimpin kaum Muslimin tidak meminta balasan apa pun dari umatnya kecuali kecintaan mereka kepada keluarga dan keturunan beliau.

Sayyid Abdullah al Haddad mengingatkan agar dalam memberikan penghormatan dan kecintaan kepada Ahlul Bait, kaum Muslimin bersikap wajar dan tidak berlebih-lebihan. 

فعلى كافة المسلمين أن يعتقدوا حبّهم ومودتهم، وان يوقّروهم ويعظّموهم من غير غلوّ ولا إسراف. 

"Seluruh kaum Muslimin hendaknya memastikan kecintaan dan kasih sayang mereka kepada Ahlul Bait, serta menghormati dan memuliakan mereka secara wajar dan tidak berlebih-lebihan."

Terhadap Ahlul Bait yg menyimpang dari apa yg dicontohkan Rasulullah ﷺ, Sayyid Abdullah al Haddad mengimbau agar mereka tetap dihormati semata-mata karena mereka adalah kerabat Nabi Muhammmad ﷺ dengan tidak meninggalkan perlunya memberikan nasihat kepada mereka sebagaimana kutipan berikut: 

"Adapun mereka yg berasal dari keluarga dan keturunan Rasulullah ini yg tidak menempuh jalan leluhur mereka yg disucikan, lalu mencampur adukkan antara yang baik dan yg buruk disebabkan kejahilannya, seyogyanyalah mereka tetap dihormati semata-mata karena kekerabatan mereka dengan Nabi ﷺ . 

Namun siapa saja yg memiliki keahlian atau kedudukan untuk memberi nasihat, hendaknya tidak segan² menasihati dan mendorong mereka kembali menempuh jalan hidup para pendahulu mereka yg saleh² yg berilmu dan beramal kebajikan, berakhlak terpuji dan berperilaku luhur.

Imbauan seperti itu sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang ulama sekaligus habib yang merupakan dzurriah Rasulullah ﷺ asal Tarim Hadramaut Yaman, yakni Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi al Haddad (1634-1720 M) dalam al Fushul al 'Ilmiyyah wal Ushul al Hikamiyyah. 

والله أعلم بالصوب 
___
📝. Salafus_sholih

Minggu, 22 Desember 2019

Sinau Budaya Jawa

Kagem pengenget-enget kula aturaken sebatan wulan lan dinten Jawi, piyantun Jawi sampun ngantos ninggalaken Jawinipun.

A. Wulan utawi Sasi:
1. Wadana (Januari)
2. Wijangga (Februari)
3. Wiyana (Maret)
4. Widada (April)
5. Widarpa (Mei)
6. Wilapa (Juni)
7. Wahana (Juli)
8. Wanana (Agustus)
9. Wurana (September)
10. Wujana (Oktober)
11. Wujala (Nopember)
12. Warana (Desember)

B. Dinten:
1. Radite (Ahad)
2. Soma (Senin)
3. Hanggara (Selasa)
4. Buda (Rabu)
5. Respati (Kamis)
6. Sukra (Jumat)
7. Tumpak (Sabtu)

Neptunipun dinten:
1. Ahad     : 5 
2. Senin    : 4 
3. Selasa   : 3 
4. Rabu      : 7 
5. Kamis     : 8 
6. Jum'at   : 6 
7. Sabtu     : 9

C. PEKENAN/WETON 
1. Pon      =  Jenar 
2. Wage   =  Cemengan. 
3. Kliwon =  Kasih
4. Legi     =  Manis 
5. Pahing =  Abritan

D. Neptu Weton:
1. Pahing : 9 
2. Pon       : 7 
3. Wage    : 4 
4. Kliwon  : 8 
5. Legi       : 5

E. Arane Wuku
Sawuku umure seminggu, cacahe Wuku ana 30, yaiku :
1. Wuku Shinta
2. Wuku Landhep
3. Wuku Wukir
4. Wuku Kuranthil
5. Wuku Tolu
6. Wuku Gumbreng
7. Wuku Warigalit
8. Wuku Warigagung
9. Wuku Julungwangi
10. Wuku Sungsang
11. Wuku Galungan
12. Wuku Kuningan
13. Wuku Langkir
14. Wuku Arandhasiya
15. Wuku Julungpujut
16. Wuku Pahang
17. Wuku Kuruwelut
18. Wuku Marakeh
19. Wuku Tambir
20. Wuku Medhangkungan
21. Wuku Maktal
22. Wuku Wuye
23. Wuku Manakil
24. Wuku Prangbabat
25. Wuku Bala
26. Wuku Wungu
27. Wuku Wayang
28. Wuku Kulawu
29. Wuku Dhukut
30. Wuku Watugunung

F. Arane Sasi Masehi:

Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, Desember

G. Arane Sasi Jawa lan Sasi Arab
Sura : Muharam 
Sapar : Syafar 
Mulud : Rabiul awal 
Bakdamulud : Rabiul akhir 
Jumadilawal : Jumadil ula 
Jumadilakhir : Jumadiltsani 
Rejeb : Rajab 
Ruwah : Sya’ban 
Pasa : Ramadhan 
Sawal : Syawal 
Dulkaidah/sela/apit : Zulkaidah 
Besar : Zulhijah 
H. Arane Taun
Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, Jinakir

I. Arane Windu
Adi, Kuntara, Sangara, Sancaya

J. Arane Wilangan
Siji       = Eka
Loro     = Dwi
Telu      = Tri
Papat    = Catur
Lima      = Panca
Nem       = Sad
Pitu       = Sapta
Wolu      = Asta
Sanga    = Nawa
Sepuluh = Dasa
Satus    = Sata
Sewu     = Sasra
Sepuluh ewu = Saleksa
Satus ewu = Sakethi
Sayuta = Sayuta

K. Arane Wayah
Jam 03:00 : Wayah Fajar Sidik (Bang-Bang Wetan)
Jam 04:00 : Wayah Bedhug Subuh
Jam 05:00 : Wayah Saput Lemah
Jam 06:00 : Wayah Byar
Jam 09:00 : Wayah Tengange
Jam 10:00 : Wayah Wisan Gawe
Jam 12:00 : Wayah Bedhug
Jam 13:00 : Wayah Luhur
Jam 15:00 : Wayah Lingsir Kulon
Jam 16:00 : Wayah Asar
Jam 17:00 : Wayah Tunggang Gunung
Jam 17:30 : Wayah Tribalayu
Jam 18:30 : Wayah Surub/Candrikala
Jam 19:00 : Wayah Bakda Magrib
Jam 19:30 : Wayah Isya’
Jam 20:00 : Wayah Bakda Isya’
Jam 21:00 : Wayah Sirep Bocah
Jam 23:00 : Wayah Sirep Wong
Jam 24:00 : Wayah Tengah Wengi
Jam 01.00 : Wayah Lingsir Wengi

L. Arane Kiblat
Lor = Utara
Kidul = Daksina
Wetan = Purwa
Kulon = Pracima
Mugi-mugi migunani, sinambi nguri-uri budhaya adiluhung kita, menawi kirang utawi lepat nyuwun koreksi, Matur nuwun.

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)