Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Tampilkan postingan dengan label Seputar Trenggalek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Trenggalek. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2020

Bupati Trenggalek Himbau Masyarakat untuk Tidak Panik Berlebihan Sikapi Covid 19

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menghimbau kepada masyarakatnya untuk tidak panik berlebihan menanggapi penyebaran Virus Corona. Hal ini disampaikan pemimpin muda ini usai menggelar rapat terpadu dengan berbagai stake holder terkait di Gedung Smart Center, Senin (16/3/2020). Hadir juga dalam rapat tersebut Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Selain tidak panik, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini juga menghimbau untuk tidak mengadakan traveling kecuali dengan keperluan yang sangat penting, menjaga daya tahan tubuh, tidak sering memegang muka dan sering mencuci tangan dengan sabun serta tidak mengadakan kegiatan yang mendatangkan masa atau keramaian.

Yang tidak kalah penting lainnya masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan panic buyling memborong bahan makanan secara berlebihan  dan tidak bepergian dan berada dirumah selama 14 hari kedepan.

Selain melakukan beberapa himbauan, Bupati Trenggalek juga melakukan beberapa langkah-langkah antisipasi penanggulangan penyebaran virus ini diantaranya dengan memutuskan untuk belajar dirumah semua tingkatan belajar selama 14 hari kedepan (16-29) Maret. Karena masa inkubasi virus ini 14 hari.

"Ingat ini bukan libur namun belajar dirumah dan jangan bepergian, karena kalau melakukan perjalanan akan menjadi percuma karena kita ingin memutus rantai penyebaran," tutur Bupati Trenggalek ini. 

Siswa bisa belajar melalui kanal yang telah disediakan oleh Kementrian Pendidikan, imbuh bupati Trenggalek ini.

Suami Novita Hardini ini juga menghimbau untuk tidak menyelenggarakan rekreasi wisata perjalanan keluar Trenggalek.

Masjid atau tempat ibadah lain yang  menggunakan karpet diminta untuk diganti sementara menggunakan alas yang mudah dibersihkan dengan disinfektan. Para santri pondok pesantren juga diminta untuk tidak pulang kerumah sementara dalam batasan waktu 14 hari tersebut.

Selain sektor pendidikan, di sektor perhubungan juga dilakukan beberapa upaya pencegahan diantaranya pemeriksaan kendaraan penumpang. Dua check point ditentukan, disebelah Timur Terminal Durenan dan sebelah Barat Anjungan Cerdas. 

Pengecekan suhu menggunakan Thermal Gun untuk semua penumpang dan di sediakan hand sanitizer dan wastafel diterminal untuk masyarakat mencuci tangan.

Sedangkan setiap orang yang bepergian keluar negeri (khususnya umroh) masing-masing biro perjalanan wajib menyampaikan data orang tersebut ke dinas terkait atau menyampaikan melalui call center.

Di sektor ketenagakerjaan, pemantauan tenaga kerja asal Trenggalek eks luar negeri (yang pulang dari luar negeri) dan pentingnya melibatkan masyarakat. Pelatihan ketenagakerjaan dan pelayanan publik 12-24 hari kedepan, ditunda. Pemerintah Desa (Kasun atau RT) diminta melakukan pemantauan aktif untuk tenega kerja Trenggalek yang pulang dari luar negeri dengan melaporkan ke call center.

Di sektor ekonomi, Bupati Trenggalek  untuk sementara mensuspen semua agenda event di Bulan Maret ini dan jika memungkinkan akan di re scedule di bulan April. Semua tempat wisata dan tempat hiburan yang dikelola oleh pemerintah ditutup hingga 14 hari kedepan.

Sedangkan tempat wisata atau hotel yang dikelola oleh swasta diminta untuk  mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan.  Bila tidak memenuhi standar terssbut pemerintah dengan terpaksa akan melakukan penutupan. 

Pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari  menggelar acara yang mendatangkan masa dan kerumunan kecuali bila itu dalam keadaan mendesak.

Pemerintah tidak mungkin akan menutup pasar, karena bersinggungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan hidup, sehingga untuk meminimalisir pemerintah akan   menyemprotan disinfektan 1x24 jam.

Petugas pelayanan  yang memberikan pelayanan kepada masyarakat diharapkan menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan mengurangi kontak fisik dengan pemohon.

Di sektor kesehatan, dalam 14 hari kedepanmulai 16 hinggga 29  Maret nanti RSUD Dr. Soedomo Trenggalek memberlakukan untuk tidak ada pengunjung pasien dan penunggu pasien dibatasi masksimal 2 orang.Juga dilakukan penyemprotan disinfektan ke peralatan dan ruangan secara berkala 2 jam sekali.

Sedangkan dibidang pemerintahan, semua kegiatan seperti apel pagi, upacara, senam untuk sementara waktu juga ditiadakan. Kegiatan paparan maipun rapat diusahakan menggunakan media telekonference dan disiapkan opsi on line.

Bupati Trenggalek juga memoratorium seluruh kegiatan perjalanan dinas selama 14 hari kedrpan, kecuali untuk kegiatan yang mendesak atau tidak bisa diwakilkan. Bagi pejabat yang melakukan perjalanan dinas juga diwajibkan untuk melapor seusai kepulangan dan wajib dilakukan pengecekan kesehatan sekaligus menyampaikan interaksi dengan siapa saja dalam kunjungan dinas tersebut tanpa kecuali Bupati sendiri.

Bila pemerintah pusat menunjuk BNPB untuk Kordinator penanggulangan Virus Corona ini, Bupati Trenggalek juga menunjuk BPBD sebagai koordinator penanggulangan Corona di Trenggalek yang selanjutnya membentuk gugus tugas.

Bupati juga meminta masyarakat untuk tidak panik bila ada kejadian dilungkungannya, "jangan panik bila ada kejadian silahkan menghubungi  Call Center virus corona di nomor 0355-7981000. Selain itu juga bisa menghubungi nomor PSC 119, 0355-79119, 081136061119 dan nomor lapor 082233343800 via Whatshapp," tutupnya. (Dokpim)

Selasa, 03 September 2019

Sejarah Trenggalek

Dari berbagai sumber yang dapat dikumpulkan, kawasan Trenggalek telah dihuni selama ribuan tahun, sejak jaman pra-sejarah, dibuktikan dengan ditemukannya artifak jaman batu besar seperti : Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain yang tersebar di daerah-daerah yang terpisah.

Berdasarkan data tersebut, diketahui jejak nenek moyang yang tersebar dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan jalur-jalur sebagai berikut :
  1. Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung;
  2. Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung;
  3. Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.
Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) (mencari-jejak-manusia-wajak.html) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.  
Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 M, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.
Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwi-kramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Sejarah Singkat Pemerintahan :

Seperti halnya daerah-daerah lain, di jaman itu Kabupaten Trenggalek juga pernah mengalami perubahan wilayah kerja. Beberapa catatan tentang perubahan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Dengan adanya Perjanjian Gianti tahun 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Trenggalek seperti didalam bentuknya yang sekarang ini, kecuali Panggul dan Munjungan, masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan surakarta. Sedangkan Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.
  2. Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan.
  3. Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda.Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah pembantu Bupati Trenggalek, sedangkan Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950.
  4. Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia. Saat yang bersejarah itu tepatnya jatuh pada seorang Pimpinan Pemerintahan (acting Bupati) dan seterusnya berlangsung hingga sekarang.Seorang Bupati pada masa Pemerintahan Hindia Belanda yang terkenal sangat berwibawa dan arif bijaksana adalah MANGOEN NEGORO II yang terkenal dengan sebutan KANJENG JIMAT yang makamnya terletak di Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan. Dan untuk menghormati Beliau, nama "KANJENG JIMAT" diabadikan sebagai salah satu jalan di Kabupaten Trenggalek.

Sekilas Trenggalek
Kabupaten  Trenggalek  dengan  luas  wilayah  126.140  Ha,  dimana  2/3  bagian luasnya  merupakan  tanah pegunungan,  terbagi  menjadi  14  Kecamatan  dan  157  Desa. Sedangkan luas laut 4 mil dari daratan adalah 711,17   km. Jumlah penduduk tahun 2014    sebanyak 818.797 jiwa  terdiri  dari 50,34 % laki-laki dan 49.66 % wanita, dengan kepadatan penduduk 649jiwa/km2.

Jumlah  rumah  sakit  4,  puskesmas  22,  puskesmas  pembantu  66,  dan  jumlah tenaga medis diantaranya dokter umum 99,  spesialis 28,  D -III  perawat 475,  D -III  bidan 216, serta apoteker 69   orang. Dari sisi pendidikan tercatat jumlah fasilitas pendidikan SD, SLTP, SLTA masing–masing sejumlah 442,78, dan 45 buah. 

Pada kegiatan Industri Pengolahan tercatat jumlah perusahaan sebanyak 23.963 buah dengan nilai investasi 85,865 milyar rupiah dan nilai produksi sebesar 1.617,209 milyar rupiah. Sedangkan jumlah desa yang teraliri listrik sebanyak 157 desa atau sudah  menjangkau seluruh desa yang ada dengan pelanggan sebanyak 167.892 pelanggan.  

Luas areal sawah sebesar 12.160 Ha, tanah kering 39.514 Ha, dan perkebunan 2.536 Ha,  menghasilkan  padi sawah &  ladang  sebesar 339.218 ton  padi, 76.294 ton jagung, 425.617 ton ubi kayu serta komoditi pertanian lainnya. Disamping itu Kabupaten Trenggalek  yang berbatasan dengan  laut  mempunyai 3.549 rumahtangga nelayan,  dan selama tahun 2014 menghasilkan ikan sebanyak 18.183 ton.   

Kabupaten  Trenggalek  mempunyai  banyak  obyek  wisata,  5  diantaranya  sudah diberdayakan  dengan  jumlah pengunjung  selama  tahun 2014  tercatat 531.478 orang. Sedangkan  dari  segi  prasarana  jalan  tercatat panjang  jalan  seluruhnya 1.045,02 Km dimana 949,95 Km merupakan jalan Kabupaten, dimana 62,84 % kondisinya baik, 26,37 % kondisi sedang, 7,72 % rusak ringan dan 3,06   % rusak berat. 

Kabupaten  Trenggalek  dalam  era  otonomi  daerah  mempunyai  penerimaan daerah sebesar 1.498.350 (juta rupiah) dan pengeluaran daerah sebesar 1.372.622 (juta rupiah). 

Pelaksanaan pembangunan ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2014 tercatat 5,41% dimana sektor pertanian masih  mendominasi  dalam  pembentukan  PDRB  yaitu  sebesar 31,21%,  disusul  sektor perdagangan Besar dan Eceran 15,2  3 %,   sektor Industri Pengolahan 14,00 %,sedangkan sektor lainnya kurang dari 10 persen.

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)