Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2020

BURUNG PERKUTUT, "SANTRI" PERTAMA NABI ADAM AS

Sebuah kisah, sempat kami dapatkan waktu sowan dgn Kyai.. Bahwa, ketika Nabi Adam As turun ke bumi, hewan dan tumbuhan sudah ada di bumi. 
Lalu kemudian, ada seekor burung yang datang menghampiri Nabi Adam. Burung itu adalah Burung Perkutut. Nabi Adam sangat terkesan, karena banyak hewan-hewan besar yang berlalu-lalang, namun ternyata yang datang untuk 'sowan' hanyalah seekor burung kecil. 

Lalu kemudian, Nabi Adam menengadahkan tangan, dan berdoa: "Ya Allah.., burung ini adalah hewan pertama yg datang menemuiku. Muliakanlah semua keturunannya" 

Itulah kenapa, Burung Perkutut banyak dimiliki oleh para Kyai, dan kalangan bangsawan. 

Burung perkutut adalah nama burung yang sudah tidak asing lagi, julukannya adalah Abu tholhah da abu dzikro, ia memilki kicauan yang indah. Nama untuk wanitanya adalah Qomriyah, 

untuk pejantannya adalah saq hur.
Ibnu sayyiduh berkata : perkutut adalah burung kecil termasuk jenisnya burng dara. Jama’nya adalah Qomari atau Qumrun..demikian seperti yang tertera dalam kitab Qomus..

Pengarang kitab al-ta’rif mengatakan : lafadz Qomri tidak boleh ditanwin.

Imam al-sam’ani mengatakan dalam kitab “al-ansab” al-qomrah adalah nama Negara yang putih bagaikan kapur (mungkin) tepatnya di mesir, karena keberadaan Hajjaj bin sulaiman bin aflah.

Di riwayatkan dari imam anas bin malik, al-laits bin sa’ad dan selainnya bahwa hajjaj meninggal dunia pada tahun 198 H dan Muhammad bin salamah serta selainnya dari beliau, Muhammad berkata ; perkutut adalah nama burng yang di nisbahkan pada Negara ini, begitu yang telah disampaikan oleh pengarang kitab Mujmal.

Termasuk keajaiban burung perkutut adalah : telurnya bisa  di tetaskan (enggremi :jw) dengan burung puter (jw) begitu pula sebaliknya. Dan juga hama tanaman akan lari bila mendengar suara burung perkutut. Abu mudhoffar bin al-Sama’ani meriwayatkan dari orang tuanya, ayahnya berkata : said bin mubarak pernah mendendangkan sebuah syair :

Aku tahu bahwa keutamaan akan menghampiri para pemberi makan sahur keluarganya..
Sedangkan kebodohan seseorang akan mengalahkannya dari kemajuan.Begitu pula aku tahu, kadang seseorang terselamatkan oleh buruk tutur katanya dan dengan merawat burung perkutut yang yang indah kicauannya.

Faidah…

Suatu ketika imam Syafi’i duduk di dekat imam Malik, kemudian datanglah seorang pria seraya berkata ” aku telah menjual burung perkututku hari ini, namun tak lama kemudian sang pembeli mengembalikannya seraya berkata ” perkututmu tidak berkicau” setelah itu aku bersumpah jika perkututku tidak berkicau, aku akan mentalak (istriku), kemudian imam malik berkata ” sesungguhnya kamu telah mentalak istrimu”.

 Ketika itu usia imam Syafi’i baru empat belas tahun, dan beliau berkata pada lelaki itu ” mana yang lebih banyak, berkicaunya atau diamnya?” lelaki itu menjawab “berkicaunya” imam Syafi’i berkata “kalau begitu, istri kamu tidak tertalak”.

 Mendengar hal itu imam Malik berkata “hai anak  muda!!   Darimana kamu mendapatkan jawaban itu?” beliau menjawab “dari engkau. Engkau dari Zuhri dari Ibni Salamah bin Abdirrahman dari Ummi Salamah :

 sesungguhnya Fathimah binti Qois berkata “wahai Rasulallah, sesungguhnya Abu Jahm dan Mu’awiyah melamarku, Nabi berkata “kalau Mu’awiyah, dia seorang yang amat miskin. Sedangkan Abu Jahm adalah seorang yang tak pernah meletakkan tongkatnya dari bahunya. Rasullah mengetahui bahwa Abu Jahm adalah seorang yang bisa makan tidur dan istirahat, beliau berkata “tidak meletakkan tonggkatnya” maksud beliau adalah majaz karena kebiasaan orang arab memakai yang paling menonjol dari kedua pekerjaannya..

Kalau demikian (berkicaunya lebih sering dari pada diamnya) maka burung itu dianggap selalu berkicau. Setelah penjelasan itu imam Malik terkagum atas jawaban imam Syafi’i kemudian imam Malik berkata “sekarang engkau telah boleh memberikan fatwa dalam usiamu yang sekarang”

Wallahu a’lam.

Rabu, 22 Januari 2020

MAKAM GURU PANGERAN DIPONEGORO


Pencarian makam guru Pangeran Diponegoro yang bernama Habib Alwi bin Yahya dilakukan atas perintah Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Hasyim bin Yahya Pekalongan.

Pada suatu saat, beliau Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Yahya, atau yg biasa kami sebut Abah Lutfi dawuh kepada bapak, "Zi, kae kidul e tanahe awak dewe ono makam min auliya'illah, lurunen.." (Zi, itu di selatan tanah saya ada makam waliyullah, carilah!)
Tanah yang dimaksud terletak di Desa Limbangan Kec. Karanganyar, Kab. Pekalongan. 

Singkat cerita, bapak langsung melaksanakan dawuh tersebut. Proses pencarian memakan waktu berbulan bulan, karena Abah Lutfi hanya memberikan petunjuk di selatan tanah beliau. Bapak mulai menelusuri desa-desa tempat yang dimaksud, mencari petunjuk kepada sesepuh-sesepuh di desa tersebut, adakah makam tua di sekitar daerah itu. Alhasil, setelah mengumpulkan informasi dari masyarakat dan sesepuh sekitar, merujuklah pada sebuah pemakaman kuno, yang terletak di tengah-tengah perkebunan dan hutan bambu. Mengenai siapa yang dimakamkan di sana, para sesepuh berbeda versi, ada yang mengatakan ini makam si A, si B, si C, dan sebagainya.

Setelah mendatangi lokasi yang dimaksud, saat itu bapak melakukan proses pencarian sendirian. Dan benar saja, di lokasi itu terdapat pemakaman tua, yang terdapat sekitar 30 makam. Di sekeliling makam terdapat seperti reruntuhan tembok yang tertimbun tanah, dan terdapat lumut hijau yang mengelilingi makam. 

Setelah itu bapak duduk sejenak berwasilah dan mengirim hadiah fatihah kepada Abah Lutfi, saat itu kejadian spiritual pun terjadi. Bapak menyaksikan daun-daun yang berserakan di sekitar makam semuanya berdiri, pohon-pohon bambu pun seakan merunduk. Saat itu seakan merujuk pada satu makam yang berada di tengah, beliau pun yakin bahwa itu makam yang dicari. 

Setelah itu beliau menggambar denah lokasi, termasuk reruntuhan tembok di area makam, dan mencatat semua keterangan2 yang di peroleh dari sesepuh2. Kemudian pada satu kesempatan catatan itu dilaporkan kepada Abah Lutfi, "Niki Bah, insyaallah sampun ketemu" sambil menjelaskan tata letak pemakaman. 
"Jarene iku maqom e sopo?" (Katanya ini makam siapa?) tanya beliau. 
"Kata mbah ini, makam si A, kata mbah ini, makam si B, kata mbah ini makam si C, hehe".. 
"Salah kabeh" (salah semua) dengan senyum khas beliau.
"Lah terus sinten Bah?" (Lalu siapa bah?)

"Itu adalah makam jid (kakek) saya, Habib Alwi bin Yahya, beliau adalah guru Pangeran Diponegoro. Dan reruntuhan tembok di sekelilingnya merupakan Benteng pertahanan terakhir beliau ketika berperang dengan para penjajah. Kemudian beliau wafat, dan dimakamkan di tempat tersebut."

Sampai saat ini belum ada dawuh apa-apa lagi dari beliau tentang makam itu, jadi belum ada yang berani membuka dan membangun kawasan makam tersebut.

__________________________
Pekalongan, 19 Januari 2020
By: Al-Faqir Muhammad Ikhsanurrizqi

Kisah ini didapatkan langsung dari pelaku cerita, yang kebetulan ayahnya sendiri, sewaktu diajak ziarah ke makam Habib Alwi bin Yahya
Al-Fatihah.. 

Semoga dengan kecintaan kita kepada auliya' dan dzuriyah Rasulullah, mendapat keberkahan dalam hidup. Amin.

Rabu, 08 Januari 2020

KISAH TRAGIS LARON DAN KISAH MEREKA MENDIRIKAN KERAJAAN BERSAMA PASANGANNYA

Siapa yang akhir-akhir ini di rumahnya banyak dikunjungi laron? Hewan yang sering bikin rumah berantakan ini ternyata memiliki kisah hidup tragis lhoo... 

Eeiitsss... Tapi Ini bukan dongeng ya, ini memang kisah nyata yang akan dialami oleh para laron. 

Laron atau anai-anai atau siraru adalah siklus hidup daripada rayap. Laron merupakan rayap yang sudah dewasa dan siap kawin.

Laron yang telah dewasa akan memiliki sayap dan siap terbang pada musim penghujan. Oleh sebab itu, laron dikenal sebagai pertanda musim penghujan akan segera tiba.

Pada saat menjelang malam pada awal musim penghujan, laron-laron akan keluar untuk mencari kehangatan. Biasanya laron-laron terbang mengerumuni lampu, karena disitulah sumber kehangatannya.

Pada saat itu pula, laron-laron akan mencari pasangannya untuk dikawin. Bagi laron yang tidak mendapatkan pasangan pada malam itu juga, mereka akan mati ketika fajar telah tiba.

Laron-laron yang telah mendapatkan pasangannya akan melepaskan sayap mereka dan mereka akan pergi bergandengan untuk mencari sarang baru. Kemudian pasangan tersebut akan menjadi raja dan ratu pada sarang baru mereka.

Sang ratu, kerjanya hanya bertelur sepanjang hidupnya. Dalam setiap kali beltelur, sang ratu dapat mengeluarkan kurang lebih 30 ribu telur.Telur-telur inilah yang nantinya akan menjadi rayap.

Rayap-rayap tersebut nantinya akan menjadi prajurit dan pekerja. Rayap yang memiliki kepala besar akan menjadi prajurit. Sedangkan rayap yang memiliki ukuran yang lebih kecil akan menjadi pekerja.

Rayap prajurit bertugas untuk menjaga ratu dan menjaga sarang dari gangguan luar.

Rayap pekerja akan bertugas mencari makanan, membangun istana, menyuapi ratu, membersihkan telur dan menjaga larva.

Waktu terus berputar sampai rayap-rayap itu menjadi laron dan menjalani hidupnya seperti yang dialami induknya.

Nah... itulah kisah perjalanan laron semasa hidupnya, bagi yang rumahnya merasa terganggu dengan kunjungan laron, kamu bisa mematikan lampu dan menyimpan wadah berisi air di tengah rumah.

Sumber: Tribunlampung

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)