Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Jumat, 14 Februari 2020

14 FEBRUARI ADALAH TANGGAL LAHIR HADRATUSY SYAIKH KH MUHAMMAD HASYIM ASY'ARI


INGAT !! 14 FEBRUARI ADALAH TANGGAL LAHIR HADRATUSY SYAIKH KH MUHAMMAD HASYIM ASY'ARI

14 Februari 1871 M, adalah hari lahir pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari.

Mari kirim al-fatikhah utk beliau, .
Ila ruhi Simbah KH HASYIM ASY'ARI wa zawjatihi wa dzurriyahitihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi ya Allah... wa muhibbihi ya Allah ... wa muhibbihi ya Allah... syaiun lillahi lana wa lahum Al Fatihah...

Ingatkah Anda? Hari Lahir “Sang Kiai” Tertutup Euforia Valentine?

Tanggal 14 Februari adalah hari yg pada umumnya muda-mudi di seluruh dunia, khususnya negara2 barat, memperingati Valentine Day, hari kasih sayang. Valentine Day adalah hari untuk memperingati kematian J. Valentine, seorang pastur yg mati dibunuh karena tidak bisa berpisah dgn kekasihnya setelah melakukan hubungan terlarang. Naudzubillah.

Kalau kita membaca sejarah Islam di Indonesia, 14 Februari juga adalah hari yg bersejarah bagi rakyat Indonesia, khususnya kalangan kaum pesantren dan pengikut jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Kenapa demikian? Karena tercatat dalam sejarah, tokoh sentral pendiri NU sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng Jombang, Hadratusyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari lahir pada tanggal itu, Selasa Kliwon, 24 Dzul Qo’dah 1287 H, bertepatan dgn tanggal 14 Februari 1871 M. (Profil Pesantren Tebuireng, Pustaka Tebuireng: Jombang, 2011, cetakan pertama, hal. 38)

Tidak diraguan lagi, peranan Beliau sangat penting sekali bagi perkembangan agama Islam di Indonesia. Beliau mendirikan Pesantren Tebuireng pada tahun 1899 M. dimana hampir sebagian besar pondok Pesantren di Jawa dan Sumatera lahir dari rahim Pesantren Tebuireng dan kyai2nya yg pernah nyantri kepada Mbah Hasyim.

Selain itu, Hadratusyaikh juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau mengajak para santrinya untuk berjuang melawan penjajah. Menurut Beliau, berjuang melawan penjajah hukumnya fardlu ‘ain, wajib bagi setiap orang muslim Indonesia.

Pada tanggal 22 Oktober 1945 M, beliau mengeluarkan fatwa jihad yang isinya.

“Hukum membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu ‘ain bagi setiap mukallaf yang berada dalam radius 88 KM. Perang melawan penjajah adalah jihad fi sabilillah. Oleh karena itu orang Islam yang mati dalam peperangan itu adalah syahid…” (dikutip dari film Sang Kiai).

Fatwa jihad ini kemudian dikenal dgn istilah Resolusi Jihad. Perjuangan Hadratusyaikh dalam membela tanah air tercermin dalam film SANG KIAI, sebuah film perjuangan yang diproduksi oleh Rapi Films pada tahun 2013.

Oleh sebab itu, sebagai muslim Indonesia khususnya Nahdliyin, tidak perlu ikut2an untuk merayakan hari valentine. Karena disamping tidak ada manfaatnya untuk rakyat Indonesia, dikhawatirkan juga akan mengurangi nilai keimanan seorang muslim. Justru sebaliknya kita seharusnya memperingati 14 Februari sebagai hari ulang tahun Hadratusyaikh, dgn cara2 yg bermanfaat.

www.tebuireng.online

Sabtu, 08 Februari 2020

ARTI LAMBANG NAHDLATUL ULAMA

Ke NU an (6)
---------------------
                        Anggaran Dasar NU
BAB III
                               LAMBANG
Pasal 7
Lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang di lingkari tali tersimpul, di kitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis khatulistiwa yang terbesar di antaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah garis khatulistiwa, dengan tulisan NAHDLATUL ULAMA dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, dan ada huruf “N” di bawah kiri dan “U” di bawah kanan, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.

                             Catatan :

Arti lambang NU : 
1. Gambar Bola Dunia.
👉Melambangkan bumi tempat kita hidup, berjuang dan beramal. Di samping itu mengingatkan, bahwa asal kejadian manusia adalah dari tanah dan kelak akan kembali ke tanah.

2. Dalam gambar bola dunia terdapat peta Negara Indonesia.
👉Artinya NU di dirikan di Indonesia dan berjuang untuk kejayaan negara Republik Indonesia.

3. Gambar Tali Tersimpul.
👉Melambangkan persatuan yang kokoh. Dua ikatan di bawahnya melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antar sesama manusia. Jika di hitung jumlah untaiannya ada 99 buah yang melambangkan Asma-ul Husna.

4. Gambar Bintang.
👉Gambar bintang paling besar melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw, 4 bintang di atas garis katulistiwa melambangkan kepemimpinan Khulafa-ur Rosyidin. Adapun 4 bintang di bawah garis katulistiwa melambangkan empat Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali). Jumlah bintang seluruhnya mencapai 9 buah yang melambangkan Wali songa sebagai penyebar Islam di Indonesia.

5. Tulisan “Nahdlatul Ulama”.
👉Tulisan “Nahdlatul Ulama” merupakan nama organisasi yang berarti “Kebangkitan Ulama".

6. Warna Dasar Hijau.
👉melambangkan kesuburan tanah Indonesia. Sedangkan warna putih untuk gambar dan tulisan melambangkan kesucian niat dalam perjuangan.

Semoga barokah manfaat serta bisa menambah wawasan pengetahuan kita tentang NU, Aamiin Aamiin Yaa Robbal Aalamiin

Rabu, 05 Februari 2020

Proses Masuk Kuliah IPB melalui Jalur Prestasi Pramuka


Seleksi mahasiswa IPB jalur prestasi kepramukaan terus menjadi perhatian penggiat pramuka. Kwarda Jawa Barat bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka jalur seleksi masuk kuliah di kampus pertanian itu dengan jalur prestasi kepramukaan.

Banyaknya peminat di kalangan penegak membuat Kwarda Jawa Barat dan IPB harus lebih cermat dengan proses seleksi.

Prestasi kepramukaan menjadi lebih bergengsi dengan adanya kesepakatan Pramuka Jabar dan IBP ini. Terdengar tanpa tes, namun terbatasnya kuota membuat jalur prestasi kepramukaan ini menjadi rebutan.

Calon mahasiswa yang hendak masuk kuliah ke IPB dengan prestasi kepramukaan perlu membaca persyaratan pendaftaran penerimaan jalur prestasi pramuka.

Kualifikasi calon mahasiswa

Calon mahasiswa adalah lulusan SMA/MA pada peminatan MIPA dan SMK pertanian/kehutanan yang aktif sebagai anggota gerakan pramuka setidaknya dewan ambalan seperti ketua dewan ambalan atau pradana, sekretaris ambalan (kerani), hartaka atau juru uang (bendahara), atau sebagai pemangku/juru adat.

Sumber : https://www.scout.id/begini-proses-masuk-kuliah-ipb-melalui-jalur-prestasi-pramuka-8807.html

Selasa, 04 Februari 2020

Seleksi CPNS Trenggalek Formasi tahun 2019 Gunakan Metode CAT


Sekda Trenggalek, Joko Irianto, tandatangani perjanjian kerjasama, penggunaan metode Computer Assisted Test (CAT) dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 di Kota Tempe Keripik, Trenggalek. 

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan antara Sekda Trenggalek selaku Ketua Panselda CPNS Trenggalek formasi tahun 2019, bersama dengan Kepala Kanreg II Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Surabaya, Tauchid Djadmiko, di Gedung Smart Center Trenggalek, Selasa (4/2/2020). 

Penandatanganan kerjasama sama ini menjadi spesial karena disaksikan langsung oleh salah satu pejabat BKN, DR. Otok Kuswandaru, Deputi Pengawasan Pengendalian Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara.

Dengan menggunakan metode CAT maka pelaksanaan seleksi CPNS di Trenggalek tahun 2020 ini berlangsung secara transparan, objektiv, efisisen dan akuntabel. CAT sendiri dinilai dapat mempermudahkan pansel untuk mempercepat proses pemeriksaan dan laporan hasil ujian,  menciptakan standarisasi hasil ujian secara nasional dan menetapkan standar nilai.

Seleksi CPNS Kabupaten Trenggalek formasi tahun 2019 sendiri akan dilaksanakan pada 17 hingga 20 Februari 2020 di Hotel Crown Tulungagung. Ada sebanyak 5.713 pendaftar dalam seleksi CPNS Trenggalek formasi tahun 2019. Sedangkan peserta yang tidak lulus seleksi administrasi sebanyak 408 peserta dan 5.305 sisanya dinyatakan lulus administrasi.

Dari angka peserta yang lolos seleksi administrasi tersebut terdapat 32 peserta kategori P1/TL, yang 4 diantaranya tidak mengikuti seleksi kompetensi dasar. P1/TL sendiri adalah peserta seleksi penerimaan CPNS Tahun 2018 dan memenuhi nilai ambang batas berdasarkan permenPANRB No 37 Tahun 2018 Tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS Tahun 2018 serta masuk dalam 3 (tiga) kali formasi jabatan yang dilamar untuk dapat mengiktui SKB Tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir.

Deputi Pengawasan Pengendalian Kepegawaian, Dr. Otok Kuswandaru, berharap pelaksanaan seleksi CPNS, formasi tahun 2019 di Trenggalek bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. 

Pria kelahiran Trenggalek ini berpesan kepada penyelenggara, untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta. "Mereka akan selalu ingat dengan kebaikan kita, pelayanan yang baik," ujar pria yang akrab dipanggil Otok ini.

Deputi Pengawasan Pengendalian Kepegawaian BKN tersebut menambahkan, "dengan menggunakan metode CAT besar kemungkinan kita bisa mendapatkan CPNS yang handal," pungkasnya.

Senada dengan Deputi Pengawasan Pengendalian Kepegawaian, Ketua Panselda CPNS Trenggalek Formasi tahun 2019, Joko Irianto juga berharap dengan menggunakan metode CAT ini seleksi CPNS bisa berjalan transparan dan dapat mendapatkan calon pegawai negeri sipil yang handal, sesuai harapan masyarakat. (Dokpim)

Selamat Jalan Gus Sholah, Kyai yang juga Pandu


Masyarakat umumnya mengenal sosok KH. Shalahudin Wahid sebagai seorang Kyai, insinyur, tokoh NU,  aktivis Hak Asasi Manusia,  Tokoh ICMI, mantan cawapres tahun 2004, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng,  Rektor Universitas Hasyim Asyari Jombang,  serta sederet jabatan yang pernah melekat dengan beliau lainnya dan memang dikenal luas oleh masyarakat. Namun,  ada yang jarang diketahui bahwa beliau, KH. Shalahudin Wahid atau kita biasa menyebutnya Gus Sholah adalah seorang Pandu. Beliau aktif dan berkegiatan dalam Pandu Ansor. Pandu Ansor merupakan salah satu perangkat organisasi dari Ansor Nahdlatul Ulama (ANO). Ansor Nahdlatul Ulama sekarang menjadi Gerakan Pemuda Ansor. 

Pada tahun 1950-an hingga 1960-an, wadah kegiatan seperti “Pandu Ansor” bersama “Drum Band Pemuda Ansor” dan Banser, menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU. Pada perkembangannya, seiring dengan terjadinya dinamika pada gerakan pandu di Indonesia, pada tahun 1961 seluruh organisasi kepanduan di Indonesia, termasuk Pandu Ansor, melebur menjadi satu dalam wadah “Gerakan Pramuka”.

Keaktifan Gus Sholah dalam Pandu Ansor sangat luar biasa. Bahkan beliau pernah mewakili Indonesia dan tergabung dalam kontingen Indonesia untuk mengikuti Jambore Pandu Dunia ke-X di Makiling,  Los Banos (Laguna) Filipina,  17-26 Juli 1959. Bersama anggota Pandu lainnya beliau berangkat menuju Filipina. Kala itu Kontingen Indonesia terdiri dari sembilan orang Gugus Pimpinan dengan Dr Soedarsono sebagai Kepala Misi, 42 orang Pandu Gugus Perintis, 20 orang anggota Gugus Training Centre (Departemen Agama). Rombongan berangkat menggunakan kapal DKN 502 milik Kepolisian dengan awak 20 orang. Dalam perjalanan 11 hari dari Jakarta ke Manila sempat hilang (lepas kontak) selama beberapa hari saat menempuh badai selepas Selat Sulawesi. 

“Saya, Rozy Munir, dan beberapa kawan mewakili Kepanduan Ansor,” tutur Gus Sholah kepada NU Online ketika menceritakan kisahnya sebagai seorang Pandu. 

Dari beberapa sumber lain disebutkan bahwa Husni Minwary Ketua Pandu Ansor Jawa Barat ikut melatih kontingen dari Indonesia berjumlah 100 orang yang dipusatkan di Jakarta. Yang tercatat sebagai senior Pandu Ansor yang ikut berangkat ke Jambore Dunia di kala itu adalah Mc Husni Minwary Wk (Bawean), Danial Tanjung, Idham Chalid, M Anshary Sjams, Fathurazi (Jakarta) dan Najid Muchtar (Jakarta). Sedangkan anggota Pandu Ansor yunior diantaranya adalah Rozy Munir (Mojokerto) dan Sholahudin Wahid (Jombang). 

Kini Gus Sholah telah Kembali. Kembali kepada Rabb yang maha menciptakan. Kitapun kehilangan sosok Kyai yang juga seorang Pandu sejati. 

Selamat Jalan Kyai..  
Selamat Jalan Pandu Ibu Pertiwi..
___

Sumber : Akun FB Kak Mahsun Ismail
Disalin dari postingan Kak Kyai Zamzami Sabiq Hamid

Minggu, 02 Februari 2020

Masih Ingat Saya Kan Pak Guru?

Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang di antaranya melihat guru SMA-nya.

Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata:
"Masih ingat saya kan, pak guru?”

Gurunya menjawab, “wah maaf, tidak tuh."

Murid itu bertanya keheranan, "Masa sih, pak guru tidak ingat saya."
"Saya kan... murid yang dulu  mencuri jam tangan punya  salah seorang teman di kelas."

"Ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya."

"Saat itu saya berfikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya: "pencuri" dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya."

"Bapak menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua."

"Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Bapak ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan Bapak lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir."

"Setelah selesai, Pak guru menyuruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk masing-masing."

"Saya takut Bapak akan mempermalukan saya di depan murid murid lain yang semuanya  teman teman saya."

"Bapak tunjukkan jam tangan itu dan Bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya."

"Selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah bicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu."

"Bapak masih ingat saya kan  pak?"
"Bagaimana mungkin Bapak tidak mengingat saya??"

"Saya adalah murid Bapak, dan cerita itu adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan selama hidup saya."

"Saya sangat mengagumi Bapak. Sejak peristiwa itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar hingga sekarang saya jadi orang sukses.
Saya  mencontoh semua akhlak dan sikap, juga perilaku Bapak."

Sang Guru itu pun menjawab,
"Sungguh aku tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu, aku sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu."

"Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku..."

RUMAH SAKIT KILAT

Minggu 02 February 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Besok pagi, tanggal 3 Februari, rumah sakit yang baru mulai dibangun seminggu lalu itu sudah bisa dioperasikan. Luasnya 2,5 hektar. Berkapasitas 1.300 tempat tidur.

Satunya lagi, 25 km dari yang pertama, juga mulai bisa dipakai lusa. Kapasitasnya 1.000 tempat tidur.

Inilah rumah sakit besar yang dibangun hanya dalam tujuh hari. Lokasinya di pinggiran kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Wuhan adalah juga ”ibu kota” wabah virus Corona. Yang dimulai akhir Desember 2019. Yang sampai kemarin sudah membunuh 259 orang. 

Berita baiknya: jumlah yang sembuh juga kian banyak. Sudah dua hari terakhir ini pertambahan yang sembuh lebih banyak dari pertambahan yang mati.

Sebelum itu yang mati selalu lebih banyak. Tapi tanggal 30 Januari lalu pertambahan yang meninggal 43 orang. Sedang yang sembuh 47 orang.

Sehari kemudian jumlah yang meninggal bertambah 46 orang. Sedang yang sembuh bertambah 72 orang.

Coba kita lihat hari ini: apakah tren positif seperti itu terus terjadi. Atau justru berbalik lagi.

Yang jelas, jumlah yang terjangkit bertambah luar biasa. Sudah melebihi 11.000 orang. Sudah jauh lebih besar dari yang terkena virus SARS 18 tahun lalu.

Memang ada yang mengkritik pembangunan rumah sakit darurat itu telat sekali. Tapi ada juga yang memuji: mana ada yang bisa membangun rumah sakit besar hanya dalam tujuh hari.

Semula banyak yang pesimistis rumah sakit itu bisa jadi tepat waktu. Ada juga yang mengatakan itu hanya omong besar.

Maka untuk memberikan optimisme, proses pembangunan rumah sakit ini disiarkan secara langsung. Yang bisa diikuti perkembangannya lewat live streaming. Dari atas lokasi. Menggunakan drone.

Nama rumah sakit itu pun dibuat ”serem”. Yang satu diberi nama huoshenshan (Gunung Tuhan Api). Satunya lagi diberi nama Leishenshan (Gunung Tuhan Petir).

Nama-nama itu dianggap nama yang sakti untuk melawan virus Wuhan. Si Corona akan dilawan dengan Tuhannya gunung api dan Tuhannya gunung petir.

Lewat live streaming itulah seminggu lalu orang melihat lokasi tersebut masih berupa tanah kosong. Keesokan harinya lebih 100 belalai alat berat seperti menari di atasnya. Seperti penari balet kolosal yang meratakan tanah itu.

Keesoknya lagi berdatanganlah kotak-kotak seperti kontainer 40 feet. Dijejer-jejer. Lalu ditumpuk. Menjadi bangunan dua lantai.

Tentu jangan diharap bangunan ini seperti rumah sakit permanen. Ini adalah rumah sakit darurat. 

Sebuah rumah sakit permanen dirancang bisa berumur 75 tahun. Rumah sakit jenis ini akan ditinggalkan begitu saja setelah wabah berakhir.

Pembangunan itu bisa begitu cepat karena tidak perlu ada pekerjaan desain. Gambarnya ikut sepenuhnya Rumah Sakit Xiaotangshan. Yakni rumah sakit darurat 1.000 kamar di luar kota Beijing. Yang dibangun tahun 2003 --ketika terjadi wabah virus SARS.

Pun kelengkapan peralatan dan materialnya sangat mendukung kecepatan itu.

Kecepatan membangun seperti itu tidak baru sama sekali.

Di Provinsi Hunan itu pula pernah terjadi: membangun gedung pencakar langit hanya dalam 19 hari. Padahal gedung itu tingginya 57 tingkat.

Di Provinsi Fujian juga pernah dibangun satu stasiun kereta cepat hanya dalam waktu 9 jam. Dimulai pukul 18.30, selesai pukul 03.00.

Jumlah yang bekerja 1.500 orang. Terbagi dalam 7 unit kerja, yang sistemnya seperti ban berjalan.

Elon Musk, boss Tesla, juga geleng kepala. Giga pabrik milik Tesla di Shanghai dibangun hanya 12 bulan. Padahal pabrik mobil listrik itu luasnya 86 hektar. Januari dibangun, Desember selesai. Januari berikutnya (2020) sudah memproduksi Tesla baru.

Di Indonesia, rekor yang membanggakan pernah terjadi saat membangun Hotel Mulia, Senayan. Saya juga terkagum saat itu. Tapi saya harus membuka catatan lama untuk menyebutkan rekor-rekor capaian proyek Hotel Mulia.

Dan catatan saya itu hilang.

Demikian juga jalan tol di atas laut di Bali: dibangun dalam 13 bulan oleh kontraktor Indonesia sendiri.

Tapi kecepatan menyembuhkan orang sakit tidak bisa dihitung secara teknik seperti membangun fisik.

Setidaknya kian banyaknya yang sembuh sedikit memberikan harapan. Apalagi kian banyak juga rumor yang terbantahkan.

Sepanjang hari kemarin beredar luas video meluasnya wabah Corona di Singapura. Sampai mal besar di sana ditutup.

Saya bergegas menghubungi Robert Lai di Singapura. Untuk memastikan apakah video viral seperti itu benar adanya. 

Robert pun menghubungi manajemen mal itu. Sang manajemen heran atas video vital itu. Kenyataannya mal yang dimaksud berjalan normal.

Wabah virus Corona ini memang menakutkan. Lebih-lebih kalau berita yang beredar dipercaya begitu saja. (dahlan iskan) 


"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)