Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Sabtu, 21 Desember 2019

Peralatan Berkemah yang Wajib di Bawa Saat Berkemah

Camping atau berkemah merupakan suatu kegiatan yang paling ditunggu- tunggu oleh peserta didik di semua tingkatan sekolah. Meskipun kada peserta didik malas berlatih, namun ketika akan diadakan kegiatan berkemah menjadi semangat untuk mengikuti latihan. Sebelum melakukan perkemahan ada materi Pramuka – peralatan berkemah yang harus dipersiapkan oleh peserta didik.
Baik itu Persami, Perjusami atau perkemahan yang lainnya, memang sudah sewajarnya karena kegiatan yang satu ini sangat menyenangkan. Selain melatih kemandirian juga dapat mempererat hubungan persaudaraan sesame anggota Pramuka. Berbagai alat- alat harus dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga ketika Anda tiba di bumi perkemahan segala sesuatunya sudah tersedia.
Materi Berkemah – Peralatan Kemah yang  Wajib di bawa
Sebelum berangkat berkemah, Anda harus memiliki prinsip, mengetahui tujuan berkemah, kebutuhan yang diperlukan  serta dapat memahami situasi dan kondisi. Anda juga harus mengetahui, dimana tempat diadakan kegiatan perkemahan dan dalam waktu berapa lama. Karena hal itu akan menentukan barang apa saja yang harus Anda bawa.
Jadi Anda harus menyesuaikan, untuk acara kegiatan perkemahan sebaiknya membawa barang seperlunya saja. Jangan semua barang dibawa seperti orang pindahan rumah. Berikut ini beberapa peralatan perkemahan yang wajib Anda bawa, baik untuk tingkatan SD, SMP, SMA/SMK (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega).
  1. Tas Ransel
Tas ransel bermanfaat untuk menyimpan pakaian dan perlengkapan yang lainnya. Sebaiknya memilih tas ransel yang ringan, awet dan anti air. Karena bisa saja pada saat kegiatan kemah tiba- tiba hujan lebat dan mengakibatkan tenda kemah mengalami kebocoran.
  1. Seragam dan pakaian
Ketika berkemah lebih dari satu hari, maka persiapan pakaian juga harus disesuaikan. Gunakan pakaian dengan bahan yang kuat, utamakan yang memiliki banyak kantong. Karena hal itu sangat berguna pada saat Anda melakukan hiking/ penjelajahan pasti banyak peralatan yang harus dibawa.
  1. Jaket
Pada saaat melakukan kegiatan kemah, jaket tebal menjadi kebutuhan wajib untuk menghindari rasa di pada malam hari jika berkemah di daerah pegunungan. Jaket yang disarankan yaitu jaket dengan bahan nilon yang berlapis kain dan berponco.
  1. Alat Sholat dan Pakaian Beribadah
Dalam kegiatan Pramuka selalu menekankan nilai spiritual dalam sebuah pendidikan, dalam berkemahpun juga demikian. Alat sholat dan pakaian beribadah pun harus di bawa, seperti sajadah dan mukena untuk anggota putri. Sedangkan sarung, peci dan sajadah untuk anggota pria. Untuk yang non muslim, maka sesuaikan dengan kebutuhan.
  1. Sleeping Bag/ Kantung Tidur
Manfaat sleeping bag yaitu untuk menjaga kualitas tidur dan memberikan kehangatan tubuh. Apalagi jika Anda berkemah didaerah pegunungan, maka sleeping bag ini menjadi barang wajib yang harus dibawa.
  1. Peralatan Mandi
Peralatan mandi yang wajib dibawa yaitu, sabun mandi, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, handuk dan gayung jika perlu.
  1. Sepatu, Kaos Kaki dan Topi
Saat berkemah sebaiknya menggunakan sepat mid cut dan high cut yaitu sejenis sepatu yang menutupi bagian mata kaki. Anda juga wajib mengenakan kaos kaki, untuk melindungi kulit dari gesekan sepatu.
Biasanya lebih dari sepasang, karena biasanya kaos kaki cepat berkeringat atau rusak. Anda juga wajib mengenakan topi, untuk melindungi kepala dari panas atau gangguan yang lainnya
Selain materi berkemah- peralatan kemah yang telah disebutkan di atas, maka Anda juga perlu membawa alat alat lain seperti peluit, senter, korek api, alat masak, peraltan makan, obat- obatan pribadi, P3K, ponco dan peralatan kemah berkelompok. Dengan peralatan yang lengkap, maka kegiatan perkemahan dapat berjalan lancar.

Selasa, 17 Desember 2019

Untuk Nadiem Makarim, BRAVO !

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus Budiyono

Ada 3 hal ternyata tdk terlalu berpengaruh terhadap *kesuksesan*  yaitu: *NEM, IPK dan rangking*

Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3) 

Kemudian sy mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air. 
Saya menjadi saksi betapa *tidak relevannya ketiga konsep di atas* terhadap kesuksesan. 

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap *tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US*

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) *hanyalah faktor sukses urutan ke 30* 

*Sementara faktor IQ pada urutan ke-21* 
*Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.* 

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah *Tidak masalah.*

NEM anak anda tidak begitu besar? 
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit. 
*Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan*

*Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?*
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. 
Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan *softskill.*
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

✊✊✊✊✊✊✊✊
 Mengejar kecerdasan akademik semata hanya akan menjerumuskan diri, Amin.

Senin, 16 Desember 2019

PENYEDERHANAAN RPP GURU

Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam mengeluarkan kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Menurut Mendikbud, inisiatif penyederhanaan RPP ini didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru. RPP yang sebelumnya terdiri dari belasan komponen, kini disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman.

“Jadi yang tadinya ada belasan komponen, kita bikin jadi tiga komponen inti, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen atau penilaian pembelajaran,” ujar Mendikbud dalam Rapat Koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12/2019). Ia menambahkan, selanjutnya Kemendikbud akan memberikan beberapa contoh RPP singkat yang cukup dikerjakan dalam satu halaman namun tetap berkualitas.

Baca selengkapnya di https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/kurangi-beban-guru-rencana-pelaksanaan-pembelajaran-rpp-cukup-satu-halaman

Minggu, 15 Desember 2019

LATGAB DAN DIANPINRU PENGGALANG

SMIWA Online - Ahad, 15 Desember 2019 Dewan Penggalang SMP Islam Watulimo menggelar Latihan Gabungan dan Gladian Pemimpin Regu (Latgab Dianpinru) Pramuka Penggalang tingkat MI dan SMP SAKOMA Koortan Watulimo.

Latihan Gabungan tersebut diikuti sebanyak 189 Pramuka Penggalang yang tersebar dari berbagai Pangkalan Madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Watulimo. 

Diantara Madrasah-madrasah yang ikut tergabung pada Latihan Gabungan tersebut antara lain :
  1. MI Karanggandu
  2. MI Tasikmadu
  3. MI Prigi 2
  4. MI Gemaharjo 1
  5. MI Gemaharjo 3
  6. MI Dukuh
  7. MI Plus Watulimo
  8. MI Sawahan 1, dan 
  9. SMP Islam Watulimo.

Sebelumnya pada Hari Ahad, 1 Desmber 2019 juga gelar Latgab Dianpinru yang diikuti oleh MI-MI tersebut diatas ditambah Pangkalan sekolah lain, meliputi : MI Watuagung, MI Pakel dan MI Margomulyo.

Dalam Latgab Dianpinru tersebut dilatihkan bersama Materi TEKPRAM diantaranya; PBB Tongkat, Pionering (Tali-temali), Sandi, Morse, Semaphore, KIM dan berbagai macam Yel-yel, lagu serta Permainan.

Peserta Latgab nampak antusias dalam mengikuti setiap materi yang di sampaikan oleh Para Pembina. Para Pembina Latgab Dianpinru yang tergabung di Kegiatan tersebut antara lain : Kak Myanto dari SMP Islam Watulimo, Kak Adika dari MI Prigi 2, Kak Aghisna dari MI Gemaharjo 1, Kak Amrul dari MI Karanggandu, Kak Gufron - Kak Teguh dari MI Tasikmadu, Kak Ngabdani dari MI Sawahan 1, Kak Desika Susanti dari MI Dukuh, Kak Wiwik dari MI Gemaharjo 3 dan dibantu oleh Kakak-kakak Dewan Penggalang SMP Islam Watulimo dengan Pasukannya yang diberi nama "CAKRA BASKARA Scout".


Setelah Latgab ini dilaksanakan, harapan kami semoga menambah Pengetahuan dan Pengalaman Para Peserta Didik (Pramuka Penggalang) didalam meningkatkan Kompetensi dan Skill-nya di bidang Kepramukaan dan bisa berkarya ditengah-tengah persaingan Era Milenial dan Globalisasi ini. (MY)

Dokumentasi Kegiatan dapat diunduh / dilihat : DISINI ...!

Sabtu, 14 Desember 2019

Kursus Pramuka Tingkat Dasar

Istilah KMD, KML, KPD, KPL sudah tidak asing dalam Gerakan Pramuka. KMD dan KML adalah kursus bagi pembina pramuka sedangkan KPD dan KPL adalah kursus untuk pelatih pembina pramuka.

Lalu, apa itu “Kursus Pramuka Tingkat Dasar?” Apakah jenis kursus baru?  Ini adalah nama lain dari KPD yang terjadi akibat keliru dalam penulisan pada banner atau kaos kegiatan KPD, seperti contoh gambar kaos pada postingan ini.
Ternyata, dalam praktik pelaksanaan kursus, tidak sedikit kita jumpai penulisan nama kursus yang keliru pada banner atau pun pada kaos kegiatan. Padahal,  nama kegiatan kursus ada peraturannya.
Sesuia SK Kwarnas Nomor 048/2018 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan:
KMD = Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar
KML = Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan
KPD = Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar
KPL = Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan

Dalam penulisan  banner atau kaos, setidaknya dua hal yang perlu kita perhatikan yakni nama kursus dan pemenggalan kalimat. Meskipun nama kegiatan benar tapi kalau pemenggalan kalimatnya keliru akibatnya bisa salah fatal karena menimbulkan tafsir baru. .

Secara sederhana dapat kita pahami bahwa ada KURSUS PEMBINA PRAMUKA dan KURSUS PELATIH PEMBINA PRAMUKA yang masing-masing itu ada dua tingkat yaitu TINGKAT DASAR dan TINGKAT LANJUTAN.

Kekeliruan adalah hal wajar yang bisa terjadi bagi siapa saja. Yang terpenting, sadar akan adanya kekurangan itu kemudian menjadikan semangat untuk belajar sepanjang hayat.

Salam semangat bakti. Salam Pramuka!

Sumber : FB Kak Ichsan Kdr

Jumat, 13 Desember 2019

CINTA DUNIA MEMBUTAKAN MATA HATI

Hasan berkata:
" Pada suatu hari Rasulullah s a w. keluar menemui para sahabat dan berkata: 
Apakah diantara kamu ada orang yang ingin Jika Allah menghilangkan kebutaan darinya dan menjadikannya orang yang bisa melihat...??.

ingat ...!!!!barangsiapa cinta dunia dan panjang angan-angan di dalamnya maka Allah akan membutakan mata hatinya menurut kadar hal itu.

dan barangsiapa zuhud terhadap dunia dan pendek angan-angan di dalamnya, maka Allah akan memberinya ilmu dengan tanpa belajar dan petunjuk dengan tanpa ditunjuk.

ingat...!!!!.  bakal ada setelah kamu sekelompok manusia yang tidak bisa lurus kekuasaannya kecuali dengan membunuh dan berbuat sewenang-wenang,

tidak pula kekayaan kecuali dengan sombong dan kikir, dan tidak pula kecintaan kecuali dengan mengikuti hawa nafsu.

ingat...!!!.  Barang siapa menemukan rasa itu dari kamu, 
lalu bersabar terhadap kefakiran sedang dia mampu untuk kaya,

bersabar dari kebencian sedang dia mampu untuk dicintai, 

dan bersabar terhadap kehinaan sedang dia mampu untuk dimuliakan,

dia tidak menghendaki itu semua kecuali hanya mengharap ridho Allah SWT.

maka DIA akan memberinya pahala sebanyak pahala 50 orang Siddiq (orang yang benar imannya).

"SEMUT DAN MADU"

Setetes Madu jatuh ke tanah. datanglah semut kecil. menghisap Lezat nya Madu. Namun Manisnya Madu  membuat nya terlena. Hingga ia kembali lagi ingin menghisapnya Lagi. 

Semut Masuk ke dalam madu Supaya lebih menikmati Lezat nya Madu. Namun ia tak mampu keluar dari dalam Madu itu. Ia melekat di tanah, Keadaan nya terus menerus seperti itu sampai ia mati. 

Berkata Para Ahli Bijak : 
"Tiadalah Dunia melainkan Laksana tetesan Madu yang besar. Barangsiapa yang mengambil cukup dengan menghisap sedikit dari Madu Dunia niscaya ia selamat. Barangsiapa yang tenggelam di dalam laut Madu dunia niscaya ia Binasa."

Kamis, 12 Desember 2019

Pokok-pokok Penjelasan dan Penjabaran Dasa Darma


    1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
    2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
    3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.



    Penjelasan masing-masing Darma
    1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
    Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:
    Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,
    Atau dengan kaata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan.


    Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag Mahaesa, yaitu:
    a. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
    b. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
    c. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu,

    Pelaksanaan

    Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.
    Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.
    Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
    Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
    Sebagai Contoh.
    Sikap cinta dan kasih saying, etia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.


    Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.
    Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.
    Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.
    Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
    3. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
    4. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
    5. Menghormati orang beragama lain.
    6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
    7. Menghormati orang tua.



    2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
    Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.
    Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
    Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.
    Wajar dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.
    Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.
    Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.
    Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.
    Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.
    Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila


    Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
    1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.
    2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.
    1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.
    2.Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.



    3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
    1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.
    2. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.
    3. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.
    4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.
    5. Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    1. Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:
    1. menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
    2. mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah tamah, religious, dan lain-lain.
    3. Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
    4. Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
    2. Mengenal adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
    3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.
    4. Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.
    5. Menghormati orng tua, guru dan pemimpin.



    4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.
    Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.
    Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi.
    Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.
    Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.
    Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
    Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak
    Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.



    5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
    Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah seta tantangan yang dihadapi.


    Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
    1. Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
    2. Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
    3. Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
    4. Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat.



    6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
    1. Rajin
    Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
    Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.
    2. Terampil
    Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.
    3. Gembira
    Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.
    Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
    Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.
    Sikap ppositip, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian. Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
    1) Rajin
    1.Biasakan membaca buku yang baik.
    2.Biasakan untuk membuaat karya tulis.
    3.Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
    4.Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.
    Belajar selama dua jam sehari adalah layak.
    5.Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.
    6.Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
    2) Bekerja
    1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal yang baik dan berguna.
    2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
    3. Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.
    4. Hargai dan atonjolkan suatu prestasi kerja.
    5. Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.
    6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
    7. Bergembiralah dalam tiap usaha.
    8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.
    3) Terampil
    1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
    2. Latih terus-menerus.
    3. Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
    4. Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
    5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
    Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.



    7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
    1) Hemat
    Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.
    2. Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri).
    Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.
    3. Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.
    2) Cermat
    Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada.
    Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.
    Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.
    3) Bersahaja
    Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.
    b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    .
    8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
    a. Pengertian
    1. Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan.
    2. Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.
    3. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan.
    4. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
    5. Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
    b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haaaari
    1. Berusaha untuk mengendalikan dan mengaaaatur diri (self disiplin).
    2. Mentaati peraaturan.
    3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,
    4. Belajaaar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
    5. Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.



    9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
    a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.
    1.Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:
    Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :
    1. Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
    2. Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
    3. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,
    4. Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari,
    Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
    2. Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.
    Misalnya:
    1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
    2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.
    3. Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
    4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
    5. Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,
    Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.



    10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan
    1. Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
    2. Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.
    3. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.
    4. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.
    5. Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”
    b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
    1. Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
    2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
    3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
    4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
    5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)