Pages

Kampus SMP Islam Watulimo

Jl. Raya Pantai Prigi, Gg. Masjid Jami' Slawe - Watulimo -. Trenggalek

Gedung Laboratorium

Laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah dan Ruang Kelas

Dewan Asatidz

Sebagian Dewan Asatidz/Dzah SMP Islam Watulimo

Laboratorium Komputer

Ruang dan Sarana Prasarana LAB KOMPUTER SMP Islam Watulimo

Tim Lomba Jelajah Santri

Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek Tahun 2019.

Tim Drum Band

Tim Parade Drum Band "GITA BAHANA SMIWA" SMP Islam Watulimo.

Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo

Pelantikan Pengurus OSIS SMP Islam Watulimo Masa Bhakti 2019/2020.

Tim Paduan Suara

Paduan Suara pada Kegiatan APEL AKBAR Ansor-Banser se Kabupaten Trenggalek di Pantai Prigi.

Pramuka Kita

Pelantikan Pramuka Penggalang Rakit dan Terap SMP Islam Watulimo.

LJS3T 2019

Juara Umum 3 Putri LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

LJS3T 2019

Juara Harapan Putra LJS3T SAKOMA Kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Gedung Sekolah

Kampus SMP Islam Watulimo tampak dari arah Timur.

Study Tour

Study Tour Kelas IX ke Candi Borobudur Jawa Tengah.

OSIS dan DEGA

OSIS dan DEGA SMP Islam Watulimo ikut menjadi Panitia PERGAMA SAKOMA Koortan Watulimo.

STOP NARKOBA

SMP Islam Watulimo; Narkoba NO Prestasi YES.

KEMAH BHAKTI

KEMAH BHAKTI dan Perkemahan Pisah Tahun 2019-2020 di Buper Damas Karanggandu.

Masjid di Sekolahku

Masjid Jami' Nurul Iman Slawe yang berada satu lokasi dengan Sekolah.

Jumat, 27 Desember 2019

Hidup di Zaman Fitnah, Ojo Kagetan Ojo Gumunan!


Jauh-jauh hari sebelum beliau menjadi Rais Aam PBNU, 
KH. Miftahul Akhyar sudah memperingatkan kita tentang Fitnah Akhir Zaman dan rumus menghadapinya.
Beliau menceritakan kisah waktu beliau ngaji kepada Hadlratusy Syaikh Allasimy Qaddasallah Sirrah wa Nawwara Dlariihah :

"Brakk!!
Tiba-tiba Beliau Hadlratusy Syaikh menggebrak meja !
Saya yang duduk paling depan dan santri yang mengaji kaget gelagapan.

Lalu Beliau dawuh : 
" Ojo Kagetan, Ojo Gumunan"
(jangan mudah Kaget, 
jangan mudah Kagum..)

Orang Kagetan itu Imannya Lemah, pasti mudah dipengaruhi, bahkan untuk masalahnya sendiri nggak bisa cari solusi, tapi grudak gruduk bergantung orang lain.
Mengapa Wong Islam yang 90 % bisa dipengaruhi, dikuasai oleh berapa gelintir orang lain.

Apa yang dikhawatirkan Rasulullah SAW ; 
Yakni Umat yang mengekor apa yang sedang Trend saja.

Dawuh Hadlratusy Syaikh :
Anuto Hukum Ojo anut Usum,

ﻻ ﺗﻜﻮﻧﻮﺍ ﺇﻣﻌﺔ ؛ ﺗﻘﻮﻟﻮﻥ : ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﺣﺴﻨﺎ ، ﻭ ﺇﻥ ﺍﺳﺎﺅﺍ ﺍﺳﺄﻧﺎ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻭﻃﻨﻮﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ : ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﺗﺤﺴﻨﻮﺍ ، ﻭﺇﻥ ﺃﺳﺎﺀﻭﺍ ﻓﻼ ﺗﻈﻠﻤﻮﺍ
"Jangan menjadi Imma'ah. 
Yaitu mereka yang berkata ; "Kami ikutan apa kata orang, kalau mereka berbuat baik, kamipun berbuat baik, kalau mereka berbuat jahat kamipun berbuat jahat".

Tapi disiplinkan diri kalian, bila orang berbuat baik, berlombalah dalam kebaikan.
Bila orang berbuat jahat, tetaplah berbuat baik.

ﻛﻴﻒ ﺃﻧﺘﻢ ﺇﺫﺍ ﻟﺒﺴﺘﻜﻢ ﻓﺘﻨﺔ ﻳﻬﺮﻡ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭ ﻳﺮﺑﻮ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ ﻭ ﻳﺘﺨﺬﻫﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺳﻨﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﻏﻴﺮﺕ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻏﻴﺮﺕ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻗﻴﻞ : ﻣﺘﻰ ﺫﻟﻚ ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ؟ ﻗﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﻛﺜﺮﺕ ﻗﺮﺍﺅﻛﻢ ﻭ ﻗﻠﺖ ﻓﻘﻬﺎﺅﻛﻢ ﻭ ﻛﺜﺮﺕ ﺃﻣﻮﺍﻟﻜﻢ ﻭ ﻗﻠﺖ ﺃﻣﻨﺎﺅﻛﻢ ﻭ ﺍﻟﺘﻤﺴﺖ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﻵﺧﺮﺓ .

Bagaimana sikap kalian (di Zaman) ketika Fitnah sudah melekat erat seperti pakaian?

Manakala Anak Kecil, berlagak seperti Orang Besar (Ulama), dan Orang Tua Pikun sebelum Waktunya. 
Lalu 0rang-orang menganggap Fitnah sebagai Sunnah.

Sehingga apabila ada orang yang Merubah Fitnah itu dikatakan ; "Sunnah telah Dirubah.."

Kapan itu wahai Abu Abdurrahman (Sahabat Ibnu Mas'ud RA) ?

"Yaitu ketika orang yang Hafal al Quran semakin banyak , 
tapi Ahli Fiqh semakin Langka. 
Ketika Orang Kaya semakin Banyak tapi orang yang Dipercaya semakin Langka.

Dan kalian Mencari Dunia dengan Amal Agama".

Ketika Ulama wafat, itulah maka Ahli Fiqh Agama semakin sedikit.
Hadlratusy Syaiikh Allasimy sepulang belajar dan mengajar dari Makkah, 
semua kitab Beliau dirampas Belanda, 
agar tidak menghasut Santri melawan Belanda.

Tetapi rupanya Beliau sudah Hafal semua Kitab yang dibawa (menurut satu riwayat, Beliau juga Hafal 16 Kitab Tafsir), sehingga Beliau tetap ngrumati Santri, mewakafkan diri dan ilmunya untuk Hayyatid Dunya wal Akhirah.

Beliau pun dijuluki Ahli Reparasi Kitab, bahkan Beliau bisa menandai gaya bahasa masing-masing Mushanif Kitab.

Seperti gaya bahasa imam Jalaluddin as Suyuti saat mencoba menyamakan gaya bahasa Imam Jalaluddin al Mahally dalam kitab Tafsir Jalalain.

KH. Miftachul Akhyar
(Rois Aam PBNU)

Kamis, 26 Desember 2019

Gus Dur Jual Mobil, Uangnya Diberikan Semua Pada Tamu

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal sosok yang penuh keutamaan. Banyak kisah-kisah yang tak terduga, bahkan sering membuat kaget manusia sekarang. Sosok Gus Dur selalu memberikan inspirasi kepada orang dekatnya, tak bisa lepas dari kenangan.

Kenangan itu juga dialami sahabat Gus Dur yang bernama Prof Dr KH Nasihin Hasan. Saat memberikan kenangan dalam acara Haul ke-10 Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang, 21 Desember 2019, Kiai Nasihin mengisahkan mobil Gus Dur yang bernama Sitrun.

Gus Dur itu punya mobil Sitrun. Pada suatu hari Gus Dur berkata, “Ho, jual mobil ini selakunya dapat berapa, Mbak Yumu (Ibu Nyai Sinta Nuriyah-red) pengen usaha kecil-kecilan, buat modal,” kisah Kiai Nasihin.

Kiai Nasihin kemudian mencari teman-temannya yang mau membeli mobil Gus Dur itu.

“Ya saya cari teman untuk jual mobil itu, akhirnya laku 3,5 juta pada waktu itu,” kata Kiai Nasihin.

Kemudian Kiai Nasihin meminta stafnya untuk menyampaikan uang 3.5 juta itu kepada Gus Dur. Uangnya  terbungkus amplop coklat.
Minta maaf Pak Nasihin, uang itu ternyata hanya pindah tangan.”

“Maksudnya? uang itu tudak sampai pada Bu Nuriyah?”

“Begini Pak. Tadi pas saya antar, ada tamu di rumah Gus Dur. Kemudian saya sampaikan, “Gus ini ada uang titipan dari Pak Nasihin.”

“Alhamdulillah,” kata Gus Dur.

Namun tanpa dihitung, tanpa dilihat uang itu langsung pindah tangan dan langsung dikasihkan pada tamu tadi semua 3,5 Juta.

“Inilah tentang kedermawanan Gus Dur dan banyak cerita terkai hal tersebut,” kenang Kiai Nasihin.

Kisah ini pernah diceritakan Kiai Nasihin kepada Mbah Maimoen Zubair. Mendengar kisah ini, Mbah Moen berkata, “Ini laku sufi, Mas Nasihin.”

Inilah rahasia sosok Gus Dur. Kisah yang sangat menakjubkan, memberikan pelajaran sangat berharga bagi semua bangsa Indonesia. 

(Amru/Bangkitmedia.com)

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".(Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith, kitab Al-Manhaj as-Sawiy Syarh Ushul Thariqah as-Sadah Ali Ba'alawi : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ". (Kitab Lawaqih al-Anwar al-Qudsiyyah fi Ma’rifati Qawa’id ash-Sufiyyah, karya Imam Abdul Wahab asy-Sya’rani (wafat 973 H), halaman 155, cetakan “Darul Fikr”, Beirut –Libanon).

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة 

" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ". 

Habib Abdullah al Haddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". (Kitab Risalatu Adabi Suluki al-Murid, hal 54, Sayyid ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".

Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".

Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ". (Kitab Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ". (Kitab Ghoyah al Qashd wa al Murad, karya as-Sayyid al-Imam Muhammad  bin Zain bin Sumait, 2/177)

Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ". (Kitab Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, w 974 H).)

Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan antara murid dengan gurunya ".

Semoga kita semua termasuk murid yg baik dan mendapat berkah dari guru kita.

اللهم أُسْتُر عُيُوْبَ مَشايِيْخِنا عَنْ أَعْيُنِنا بِسِتْرِكَ الوَاقِى،اللهم يَا مَنْ ظَهَرَ الجَمِيل وَسَتَرَ القَبِيخ،اللهم اجعَل تَحتَ سَتْرِك مَا تُحِبَّ و تَرضَى يا ذَا الجَلالِ و الإِكْرَام.

Sumber : Machrus Ali

Rabu, 25 Desember 2019

Study Tour ke Jogjakarta


SMIWA Online - Rabu, 25 Desember 2019 keluarga besar SMP Islam Watulimo melaksanakan Study Tour ke Jawa Tengah dan Jogjakarta. Tour tahun ini diikuti oleh sebanyak 52 Siswa dan 4 guru pendamping.

Pemberangkatan Study tour dilaksanakan pukul 20.00 WIB tanggal 24 Desember 2019 dengan Start Sekolah SMP Islam Watulimo dan menuju Sasaran/Obyek Tour yang pertama, yaitu Ziarah Makam Auliya' Gunung Pring Magelang Jawa Tengah. Kedatangan di makam Gunung Pring tepat menjelang waktu Shubuh. Setelah dilaksanakan Auratan/Amalan Ziarah Kemudian dilanjut dengan Sholat Shubuh berjamaah di Masjid Makam Auliya' tersebut.

Peserta Study melanjutkan perjalanan menuju RM. Progosari untuk Mandi dan Sarapan Pagi. Setelah selesai, kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur.

Selasa, 24 Desember 2019

Wisata Religi Makam Waliyullah di Gunung Pring - Magelang


Raden Santri adalah putra Kyai Ageng Pemanahan yang masih keturunan Prabu Brawijaya Majapahit. Beliau bergelar Pangeran Singasari. Namun memakai nama samaran Raden Santri dalam usahanya menyebarkan agama Islam.

Dalam usahanya menyebarkan agama Islam, banyak kejadian-kejadian luar biasa terkait kewaliannya untuk mengenalkan wujud kebesaran Alloh SWT. Seperti pada saat Mbah Raden bertemu dengan peduduk sebuah dusun yang belum mengerjakan salat. Dusun tersebut sangat tandus dan kering. Kemudian Mbah Raden mengajarkan mereka salat pada mereka dan ketika akan mengambil air wudhu tak menemukan air.

Kemudian Mbah Raden berdoa memohon kepada Alloh untuk diberikan air, maka seketika itu pula terjadilah mata air yang memancarkan air yang sangat jernih, kemudian dijadikan sendang. Anehnya hingga saat ini tidak pernah kering walaupun di musim kemarau sekalipun.
Keutamaan lain dari Mbah Raden yaitu membangun mushalla di pinggir sungai Blongkeng untuk menangkal banjir. Ternyata dengan adanya mushalla tersebut dusun itu menjadi aman dari banjir, bahkan ketika terjadi banjir besar dari letusan gunung Merapi yang konon meluap sampai kawasan Candi Borobudur.
Setelah menetap di Dusun Santren pada tahun 1600 M, Kyai Raden Santri sering menyepi untuk mujahadah di bukit Gunungpring. Saat pulang dari Bukit Gunungpring ke dusun Santren di perjalanan melewati sungai terjadi banjir yang sangat besar. Kemudian Mbah Raden Santri berkata, “Air berhentilah kamu, aku akan lewat.” Maka banjir itu berhenti dan mengeras hingga menjadi batu –batu yang cadas dan menonjol. Sampai sekarang dusun tersebut dikenal dengan nama Watu Congol (batu yang menonjol) yang masih berada di Muntilan, dekat dusung Gunungpring.


Kyai Raden Santri tergolong ulama awal yang menyebarkan agama di wilayah sekawan keblat gangsal pancer-nya gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan deretan pegunungan Menoreh di sepanjang Kali Progo. Keturunan Kyai Raden Santri berturutan adalah Kyai Krapyak I, Kyai Krapyak II, Kyai Krapyak III, Kyai Harun, Kyai Abdullah Sajad, Kyai Gus Jogorekso, Raden Moch Anwar AS, Raden Qowaid Abdul Sajak, hingga Kyai Dalhar, dan termasuk Kyai Ahmad Abdulhaq. Anak keturunan Kyai Raden Santri inilah yang kemudian menjadi ulama penyebar dan menjadi tokoh agama Islam di wilayah Gunung Pring hingga saat ini. peran ini kini dilanjutkan melalui Pondok Pesantren Darussalam di Watucongol.


Karena keistimewaan dan jasanya dalam penyebaran agama Islam, sampai sekarang ini banyak masyarakat yang datang berziarah ke makam Mbah Raden Santri. Paling ramai dikunjungi menjelang bulan puasa, tepatnya bulan Ruwah dan Rejeb. “Peziarah umumnya datang dari seluruh penjuru Indonesia,” ucap Mbah Toyo. Ada dari Papua dan Sulawesi. Paling banyak dari Jawa Timur.
Makam Mbah Raden Santri berada di sebuah bukit Gunungpring. Selain Mbah Raden juga terdapat wali dan ulama yang juga dimakamkan di sana. Seperti Kyai H. Dalhar, Kyai Krapyak III, Kyai Jogorekso, dll. Untuk sampai ke makam, kita harus melewati unggah-unggahan yang kini sedang dibangun oleh warga setempat. Di sisi tangga yang terbuat dari batu itu berjajar toko-toko milik warga sekitar yang menjual aneka oleh-oleh seperti jenang, salak pondoh,wewangian, kerajinan tangan bahkan warung nasi dan toko batik.

Makam-makam ulama tersebut berada di dalam rumah seperti masjid yang sengaja dibuat sehingga peziarah dapat leluasa berdoa di sekitar makam. Memasuki rumah tempat makam tersebut, dipasang sebuah peraturan singkat tentang tata cara mengunjungi makam tersebut. Di antaranya yaitu wajib ijin bagi peziarah yang datang berombongan. Selain itu diperbolehkan juga bagi peziarah yang ingin menginap di makam dengan dibatasi 3 hari saja, kecuali bagi yang memiliki hajat besar boleh menginap lebih dari 3 hari dengan ijin pada ahli waris atau keturunan Mbah Raden Santri.

Setiap tanggal 1 Muharram di halaman rumah Gus Jogorekso dan makam Gunungpring diadakan acara Haul Kyai Raden Santri. Haul adalah acara peringatan meninggalnya Kyai Raden Santri yang diisi dengan pembacaan Al-Quran, tahlil, kirab budaya dan diakhiri dengan pengajian oleh para ulama dan kyai.


Hal yang menarik dari haul tersebut yaitu acara kirab budaya oleh para abdi dalem keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Deretan barisan pembawa tumpeng dan rangkaian hasil tani sebagai simbol bentuk syukuran. Barisan tersebut berangkat dari halaman rumah Gus Jogorekso kemudian melewati jalan Pemuda Muntilan menuju makam dan dilanjutkan dengan berziarah membaca tahlil. Kemudian bancaan (makan bersama). Saat ini kirab budaya tersebut dimeriahkan oleh masyarakat sekitar dengan menggunakan delman dan berpakaian ala wali bagi pria, dan bagi wanita berpakaian sopan menggunakan kerudung.

Sampai saat ini daerah Gunungpring dan sekitarnya menjadi tujuan wisata religi. Hal ini dikarenakan kesejarahan daerah tersebut sebagai muncul dan berkembangnya ajaran agama Islam, beberapa makam wali dan ulama, dan sekaligus menjadi tempat Pondok pesantren ternama, yakni Ponpes Darussalam.


Sumber: mynameisbunny.wordpress.com

Minggu, 22 Desember 2019

Sinau Budaya Jawa

Kagem pengenget-enget kula aturaken sebatan wulan lan dinten Jawi, piyantun Jawi sampun ngantos ninggalaken Jawinipun.

A. Wulan utawi Sasi:
1. Wadana (Januari)
2. Wijangga (Februari)
3. Wiyana (Maret)
4. Widada (April)
5. Widarpa (Mei)
6. Wilapa (Juni)
7. Wahana (Juli)
8. Wanana (Agustus)
9. Wurana (September)
10. Wujana (Oktober)
11. Wujala (Nopember)
12. Warana (Desember)

B. Dinten:
1. Radite (Ahad)
2. Soma (Senin)
3. Hanggara (Selasa)
4. Buda (Rabu)
5. Respati (Kamis)
6. Sukra (Jumat)
7. Tumpak (Sabtu)

Neptunipun dinten:
1. Ahad     : 5 
2. Senin    : 4 
3. Selasa   : 3 
4. Rabu      : 7 
5. Kamis     : 8 
6. Jum'at   : 6 
7. Sabtu     : 9

C. PEKENAN/WETON 
1. Pon      =  Jenar 
2. Wage   =  Cemengan. 
3. Kliwon =  Kasih
4. Legi     =  Manis 
5. Pahing =  Abritan

D. Neptu Weton:
1. Pahing : 9 
2. Pon       : 7 
3. Wage    : 4 
4. Kliwon  : 8 
5. Legi       : 5

E. Arane Wuku
Sawuku umure seminggu, cacahe Wuku ana 30, yaiku :
1. Wuku Shinta
2. Wuku Landhep
3. Wuku Wukir
4. Wuku Kuranthil
5. Wuku Tolu
6. Wuku Gumbreng
7. Wuku Warigalit
8. Wuku Warigagung
9. Wuku Julungwangi
10. Wuku Sungsang
11. Wuku Galungan
12. Wuku Kuningan
13. Wuku Langkir
14. Wuku Arandhasiya
15. Wuku Julungpujut
16. Wuku Pahang
17. Wuku Kuruwelut
18. Wuku Marakeh
19. Wuku Tambir
20. Wuku Medhangkungan
21. Wuku Maktal
22. Wuku Wuye
23. Wuku Manakil
24. Wuku Prangbabat
25. Wuku Bala
26. Wuku Wungu
27. Wuku Wayang
28. Wuku Kulawu
29. Wuku Dhukut
30. Wuku Watugunung

F. Arane Sasi Masehi:

Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, Desember

G. Arane Sasi Jawa lan Sasi Arab
Sura : Muharam 
Sapar : Syafar 
Mulud : Rabiul awal 
Bakdamulud : Rabiul akhir 
Jumadilawal : Jumadil ula 
Jumadilakhir : Jumadiltsani 
Rejeb : Rajab 
Ruwah : Sya’ban 
Pasa : Ramadhan 
Sawal : Syawal 
Dulkaidah/sela/apit : Zulkaidah 
Besar : Zulhijah 
H. Arane Taun
Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, Jinakir

I. Arane Windu
Adi, Kuntara, Sangara, Sancaya

J. Arane Wilangan
Siji       = Eka
Loro     = Dwi
Telu      = Tri
Papat    = Catur
Lima      = Panca
Nem       = Sad
Pitu       = Sapta
Wolu      = Asta
Sanga    = Nawa
Sepuluh = Dasa
Satus    = Sata
Sewu     = Sasra
Sepuluh ewu = Saleksa
Satus ewu = Sakethi
Sayuta = Sayuta

K. Arane Wayah
Jam 03:00 : Wayah Fajar Sidik (Bang-Bang Wetan)
Jam 04:00 : Wayah Bedhug Subuh
Jam 05:00 : Wayah Saput Lemah
Jam 06:00 : Wayah Byar
Jam 09:00 : Wayah Tengange
Jam 10:00 : Wayah Wisan Gawe
Jam 12:00 : Wayah Bedhug
Jam 13:00 : Wayah Luhur
Jam 15:00 : Wayah Lingsir Kulon
Jam 16:00 : Wayah Asar
Jam 17:00 : Wayah Tunggang Gunung
Jam 17:30 : Wayah Tribalayu
Jam 18:30 : Wayah Surub/Candrikala
Jam 19:00 : Wayah Bakda Magrib
Jam 19:30 : Wayah Isya’
Jam 20:00 : Wayah Bakda Isya’
Jam 21:00 : Wayah Sirep Bocah
Jam 23:00 : Wayah Sirep Wong
Jam 24:00 : Wayah Tengah Wengi
Jam 01.00 : Wayah Lingsir Wengi

L. Arane Kiblat
Lor = Utara
Kidul = Daksina
Wetan = Purwa
Kulon = Pracima
Mugi-mugi migunani, sinambi nguri-uri budhaya adiluhung kita, menawi kirang utawi lepat nyuwun koreksi, Matur nuwun.

Sabtu, 21 Desember 2019

Manfaat Pramuka bagi Generasi Muda

Pramuka memiliki peranan penting dalam membangun karakter generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu, di beberapa sekolah pramuka ini menjadi ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti seluruh siswa. Bukan tanpa alasan kegiatan ini wajib diikuti oleh semua siswa, hal ini diwajibkan karena manfaat pramuka sangat terlihat dalam sikap siswa, terutama kepemimpinan dan kemandirian.
Setiap generasi muda harus memiliki pribadi luhur yang kuat, mandiri, cerdas, serta terampil untuk menyongsong pembangunan bangsa. Hal itu bisa didapatkan dalam berbagai kegiatan yang diselengggarakan dalam kepramukaan. Tak hanya sekadar kegiatan yang bersifat formal, dalam pramuka juga banyak kegiatan mengasyikkan untuk menyegarkan otak.
Pramuka sebagai Pemersatu Bangsa
Pramuka merupakan pendidikan nonformal yang melaksanakan pendidikan kepanduan, di Indonesia. Dalam pramuka terdapat kegiatan yang turut membentuk karakter individu dan kepribadian seseorang menjadi lebih tangguh. Kegiatan pramuka pun bisa dikatakan sebagai wadah pemersatu bangsa dalam meningkatkan rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan pramuka pada umumnya dilakukan secarabersama-sama, hal ini diwujudkan dalam pembuntuka regu atau kelompok dalam pramuka. Dalam satu regu dituntut untuk menghadapi setiap rintangan dan memecahkan sebuah permasalahan secara bersama-sama.
Kondisi kebersamaan ini akan membuat setiap anggotanya semakin dekat dan mengenali sesama. Selain itu, dalam pramuka juga dituntut untuk bisa meningkatkan kreativitas melalui berbagai perlombaan yang diadakan. Setiap kelompok dituntut untuk menampilkan sesuatu yang kreatif. Semua hal positif ini tentunya bisa dijadikan alat sebagai pemersatu bangsa.
Manfaat penting Pramuka
Seringkali beberapa murid enggan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di sekolah. Mereka beranggapan, dalam pramuka terlalu kaku, senioritas, dan menakutkan. Namun hal itu tentu saja akan terbantahkan ketika kamu sudah terjun langsung dan merasakan berbagai manfaat positif yang diperoleh ketika bergabung dengan pramuka.
Dalam pramuka, kegiatan panas-panasan di tengah lapangan menjadi sesuatu yang lumrah, hal inilah yang tak disukai bagi sebagian besar siswa. Namun setelah kamu mengetahui banyak manfaat positif dari pramuka pasti kamu akan senang dengan kegiatan pramuka ini, manfaat penting pramuka antara lain:
  1. Mampu melatih kedisiplinan
Pelajaran dasar yang pertama kali didapatkan dalam pramuka adalah pembentukan karakter dengan terbiasa disiplin. Semua hal dalam pramuka akan diatur sesuai dengan jadwal dan diberlakukan tata tertib yang ketat, bagi siapa saja yang melanggarnya maka akan dijatuhi hukuman. Hal inilah yang akan meningkatkan kedisiplinan seseorang.
  1. Menjadikan pribadi lebih mandiri
Kegiatan berkemah dalam pramuka sangat mendorong sifat kemandirian dari anggotanya. Kemah yang diselenggarakan beberapa hari dan lokasinya jauh dari rumah membuat setiap anggotanya harus mandiri dan melakukan kegiatan tanpa bantuan orang tua. Kemandirian yang tumbuh dari kegiatan kemah ini akan membuat diri menjadi lebih baik.
  1. Mampu meningkatkan kepedulian
Dalam Dasa Dharma Pramuka, mengajarkan setiap anggotanya untuk menyayangi sesama, rela menolong, serta selalu bersahaja. Melalui kegiatan pramuka biasanya terdapat kegiatan bakti sosial untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama manusia.
  1. Menumbuhkan sikap gotong-royong dan kebersamaan
Dalam kegiatan berkemah, setiap anggota dituntut untuk melaksanakan kegiatan bersama-sama serta saling bahu membahu, dari sini akan menumbuhkan gotong royong dan kebersamaan.
  1. Meningkatkan rasa bekerjasama dan berorganisasi
Dalam kegiatan pramuka, kamu akan bertemu orang-orang baru yang akan membuat kamu dituntut untuk melakukan kerjasama. Kemampuan berorganisasi pun akan meningkat melalui pramuka.
  1. Belajar mencintai alam
Kegiatan pramuka memang identik menyatu dengan alam, hal ini bertujuan agar anggotanya semakin cinta dan tak merusak alam yang ditempatinya.
  1. Dapat melatih kepemimpinan dan kreativitas
Dalam pramuka, siapapun memiliki kesempatan unuk menjadi pemimpin regu, dari sini akan mengasah kemampuan kepemimpinan serta memunculkan kreativitas baru.
Begitu banyak sekali manfaat yang bisa kamu peroleh dalam kegiatan pramuka, tak heran jika banyak sosok yang menemukan kesuksesan melalui pramuka. Kegiatan dalam pramuka pun menjadi bekal pentng untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.

"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah; menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa; menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan; menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan; menyediakan waktu untuk bersenda-gurau karena bersenda itu akan membuat muda selalu; dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa."

(Kata Mutiara, Anonim)